Kecelakaan yang melibatkan bus PO Zentrum dan mobil pikap di ruas Tol Pejagan–Pemalang menjadi pengingat penting soal risiko berhenti di bahu jalan tol. Dalam insiden tersebut, mobil pikap yang tengah berhenti karena kendala teknis justru menjadi korban tabrak dari kendaraan lain. Kondisi ini memperlihatkan bahwa bahu jalan tol bukanlah area yang sepenuhnya aman, meski digunakan dalam situasi darurat. Padahal, secara aturan, bahu jalan tol memiliki fungsi khusus dan tidak boleh digunakan sembarangan. Jalur ini hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat, seperti kendaraan mengalami kerusakan, ban bocor, atau pengemudi membutuhkan bantuan segera. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan pentingnya disiplin dalam penggunaan bahu jalan tol. “Pada prinsipnya bahu jalan tol memang diperuntukkan untuk darurat, terutama kendaraan yang berhenti mengalami kendala mesin maupun pengemudinya,” ujar Sony kepada Kompas.com. Namun, ia menyoroti masih banyak pengemudi yang menyalahgunakan bahu jalan untuk mendahului kendaraan lain. Kebiasaan ini dinilai berbahaya karena meningkatkan risiko kecelakaan, terutama tabrak belakang dengan kecepatan tinggi. “Masalahnya kebiasaan yang sudah membudaya, dilakukan oleh banyak pengemudi di Indonesia yang suka menggunakan bahu jalan tol untuk menyusul, sehingga risiko tabrak belakang jadi momok menakutkan, karena pasti kecepatannya tinggi,” kata dia. Polisi ingatkan pemudik yang istirahat di bahu jalan tol Oleh karena itu, pengemudi perlu memahami langkah-langkah aman jika terpaksa berhenti di bahu jalan tol. Sony menjelaskan, ada lima hal yang sebaiknya dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. “Tidak ada alternatif lain jika memang harus berhenti di bahu jalan tol, pengemudi sebaiknya melakukan lima langkah pengamanan,” ujarnya. Pertama, nyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan bagi kendaraan lain. Kedua, pasang segitiga pengaman sekitar 5–10 meter di belakang kendaraan. Ketiga, jika memungkinkan, keluarkan seluruh penumpang dan arahkan untuk menjauh ke bagian depan kendaraan agar lebih aman dari risiko tabrakan. Keempat, segera hubungi petugas jalan tol untuk mendapatkan bantuan. Kelima, tetap waspada dan awasi kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, risiko kecelakaan saat berhenti di bahu jalan tol dapat diminimalkan, sehingga pengemudi dan penumpang tetap aman hingga bantuan datang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang