Menjelang musim mudik, pemilik mobil mulai memikirkan kesiapan kendaraan, termasuk kondisi radiator. Salah satu perawatan penting adalah flushing, yaitu membersihkan sisa coolant lama dan menggantinya dengan yang baru. Menurut Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), distributor resmi radiator Koyorad di Indonesia, flushing radiator merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan dalam servis berkala. "Flushing radiator harus dianggap sebagai salah satu kewajiban dalam servis rutin. Penggantian coolant sebaiknya dilakukan setiap 30.000 km atau 2 tahun, mana yang tercapai lebih dulu," kata Fendy kepada Kompas.com, Jumat (27/2/2026). Fendy menekankan, bila prosedur ini sudah dilakukan secara rutin, pemilik mobil tidak perlu melakukan flush radiator setiap mudik, kecuali memang waktunya sudah tiba. "Tujuan utama flush adalah menjaga performa mesin tetap optimal dan mencegah overheat saat kendaraan menempuh perjalanan jauh," ujarnya. Ilustrasi flushing radiator mobil. Selain itu, pemilik mobil disarankan memeriksa kondisi radiator secara visual sebelum mudik. Hal-hal sederhana seperti memeriksa kebocoran selang, keropos pada tangki cadangan, atau endapan coolant bisa menghindarkan pengendara dari mogok di tengah perjalanan. Flush radiator sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau bengkel terpercaya yang menggunakan coolant berkualitas. Pemilihan coolant yang tepat tidak hanya memperpanjang umur radiator, tetapi juga menjaga suhu mesin tetap stabil selama perjalanan jauh. Praktik flush radiator ini juga menjadi bagian dari checklist servis pra-mudik, bersama pengecekan rem, tekanan ban, dan kondisi oli, agar perjalanan lebih aman dan nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang