Perjalanan mudik dengan mobil pribadi biasanya ditempuh dalam jarak yang cukup jauh. Tak sedikit pengemudi memilih terus melaju tanpa jeda agar lebih cepat sampai ke kampung halaman. Namun, berkendara terlalu lama tanpa istirahat berpotensi meningkatkan risiko panas berlebih atau overheat pada ban. Menurut Product Marketing Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, pengemudi sebaiknya memberi jeda berkendara secara berkala saat melakukan perjalanan jarak jauh, terutama ketika mudik Lebaran. "Overheat tidak akan terjadi jika beban dan tekanan udara mengikuti saran dari pabrikan kendaraan. Untuk keselamatan pengemudi setidaknya dibutuhkan istirahat setelah berkendara tiga jam nonstop," kata Rozi kepada Kompas.com, Sabtu (14/3/2026). Ia menjelaskan, saat mudik biasanya kendaraan membawa lebih banyak penumpang maupun barang dibandingkan penggunaan harian. Kondisi ini membuat beban kerja ban meningkat, terutama jika tekanan udara tidak disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. ilustrasi tekanan udara ban. Jika mobil terus digunakan dalam waktu lama tanpa jeda, suhu pada ban dapat meningkat akibat gesekan dengan permukaan jalan serta tekanan beban kendaraan. "Ketika kendaraan digunakan terus menerus tanpa berhenti, suhu ban bisa meningkat. Karena itu, berhenti sejenak untuk beristirahat juga membantu ban menurunkan temperatur," ujar Rozi. Selain memberi waktu ban untuk mendingin, jeda istirahat juga penting bagi pengemudi untuk memulihkan kondisi fisik agar tetap fokus selama perjalanan. Rozi menyarankan, sebelum berangkat mudik pengemudi juga memastikan tekanan udara ban sudah sesuai dengan standar pabrikan kendaraan. Dengan begitu, risiko ban overheat selama perjalanan jarak jauh dapat diminimalkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang