Radiator memiliki peran untuk menstabilkan suhu mesin kendaraan, supaya performa mesin tetap optimal. Saat radiator tidak bekerja dengan baik, mesin mobil bisa overheat. Ada beberapa tanda radiator mengalami kerusakan, simak yuk!Auto2000 memberikan informasi tanda-tanda radiator rusak. Ada enam ciri, berikut rangkumannya:1. Cairan Pendingin Habis Cairan pendingin yang selalu habis bisa disebabkan karena ada kebocoran pada sistem pendingin mesin. Kebocoran pada radiator bisa disebabkan karena radiator pernah mengalami benturan, karat, atau sambungan lepas.2. Selang Masuk Radiator BocorJika proses pendinginan di dalam radiator lancar, biasanya tidak ada masalah, kecuali ada sumbatan di salurannya. Keadaan ini akan menahan laju air pendingin dari mesin ke radiator, sehingga tekanan pada selang input radiator akan naik dan bocor.3. Air Menetes di Bawah RadiatorCairan radiator yang bocor biasanya akan terlihat posisinya dengan melihat lokasi tetesan air di bawah mesin saat parkir di garasi rumah. Perhatikan di bawah mobil, apakah ada tetesan air tepat di bawah mobil.4. Permukaan Radiator BerkaratPermukaan radiator terhalang kondensor AC di depan dan kipas pendingin di belakang sehingga jarang diperhatikan. Anda bisa mencari celah di sekitar kipas pendingin untuk melihat permukaan radiator.Gunakan senter untuk menemukan apakah ada korosi atau rembesan air. Atau juga bisa lihat penampang bagian bawah tangkiradiatordari arah kolong mobil. Dari situ bisa terlihat jika sudah terlihat karat akibat korosi.5. Tutup Radiator BerlumpurAir radiator yang tidak pernah diganti biasanya akan timbul endapan lumpur yang berpotensi menyumbat saluran radiator. Bila ada lumpur di tutup dan leher radiator, bisa dipastikan sudah saatnya menguras air radiator untuk mencegah kerusakan lebih luas. Termasuk, adanya lumut di tangki cadangan radiator.6. Indikator Suhu Mesin NaikJika indikator suhu mesin di panel instrumen naik di atas wajarnya, segera tepikan mobil dan cek air pendingin serta radiator. Sebelum permasalahan ini terjadi pada kendaraan, segera lakukan perawatan radiator dan sistem pendingin berikut pendukungnya di bengkel resmi Toyota.Cara kerja radiatorCairan pendingin atau radiator coolant mengalir ke water jacket pada mesin untuk menyerap panasnya. Pada saat mengalir, coolant menyerap suhu panas dan membawanya ke radiator.Setelah sampai di radiator, air yang membawa suhu panas masuk ke dalam upper tank. Coolant dialirkan lagi untuk turun ke dalam radiator core yang memiliki fungsi untuk membuang suhu panas ke udara luar yang diambil dari arah depan mobil saat melaju.Kipas radiator membantu kerja radiator dengan mengisap udara panas dari rumah radiator. Setelah suhu panas dipindahkan ke udara, air kembali menjadi dingin dan dialirkan lagi untuk menyerap suhu panas mesin secara berkelanjutan.Lalu, apa saja faktor yang dapat menyebabkan radiator menjadi rusak?1. Radiator Kotor dan TersumbatUmumnya, kemungkinan terbesar penyebab sirkulasi air radiator rusak adalah karena adanya penumpukan kotoran pada radiator. Kotoran seperti endapan deposit yang terjadi pada saluran pipa pendingin dan partikel korosif pada radiator dapat menempel dan mengendap, sehingga membuat jalur sirkulasi terhambat.Radiator dapat mengalami tersumbat biasanya disebabkan oleh penggunaan cairan radiator yang tidak tepat. Oleh karena itu, pengguna mobil harus memilih cairan radiator yang sesuai dengan mesin mobil.2. Water Pump RusakKerusakan pada water pump umumnya terletak pada bagian kipas (impeller) yang sudah mengalami korosi atau retak, selain itu seringkali terjadi kebocoran pada water pump sehingga menyebabkan jumlah air pendingin menjadi berkurang.Kalau komponen ini rusak, maka satu-satunya cara adalah dengan mengganti water pump tersebut.3. Kerusakan pada ThermostatThermostat memiliki peranan penting untuk menjaga kestabilan suhu pada mesin mobil. Bila rusak, maka sirkulasi cairan radiator pada mobil akan bermasalah dan thermostat perlu diganti dengan yang baru.4. Fan Belt PutusApabila fan belt ini putus maka water pump tidak akan dapat berputar untuk mensirkulasikan cairan pendingin, maka harus menggantinya dengan yang baru atau dapat mulai menggantinya ketika melihat fan belt mengalami kendur dan permukaannya terlihat mulai retak sebagai langkah antisipasi.