Jalan yang lurus, lebar, dan mulus kerap memberi rasa nyaman berlebihan bagi pengendara. Tanpa disadari, kecepatan perlahan meningkat, fokus mulai teralihkan, dan kewaspadaan menurun. Di balik kondisi jalan yang tampak aman itu, bahaya justru bisa datang tanpa peringatan, terutama ketika terjadi situasi mendadak seperti kendaraan berhenti tiba-tiba atau berpindah jalur. Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, kondisi jalan yang terlalu nyaman sering kali menciptakan rasa aman palsu bagi pengendara. “Saat jalan lurus dan mulus, banyak pengendara merasa situasi terkendali, padahal justru di situ tingkat lengah paling tinggi,” kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2026). Agus menjelaskan, rasa percaya diri berlebihan membuat pengendara cenderung menaikkan kecepatan tanpa disadari. Pada saat yang sama, fokus berkendara bisa berkurang karena pikiran merasa tidak ada ancaman di depan mata. Kondisi ini menjadi berbahaya ketika muncul kejadian tak terduga. Ilustrasi kecelakaan motor. Kriteria kecelakaan yang ditanggung BPJS Kesehatan. “Reaksi pengendara di jalan nyaman biasanya lebih lambat. Ketika ada kendaraan mendadak berhenti, menyalip, atau pindah jalur, waktu respons jadi krusial dan sering tidak cukup,” ujarnya. Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian pengendara yang mulai menggunakan ponsel saat merasa jalanan lengang dan aman. Padahal, gangguan sekecil apa pun bisa berdampak fatal ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Menurut Agus, jalan yang tampak ideal justru menuntut kewaspadaan ekstra. Pengendara disarankan tetap menjaga kecepatan sesuai batas, mempertahankan jarak aman, dan fokus penuh meski kondisi lalu lintas terlihat lengang. “Keselamatan bukan ditentukan dari seberapa bagus jalannya, tapi dari seberapa siap pengendara menghadapi kemungkinan terburuk,” kata Agus. Ia menegaskan, sikap waspada dan disiplin menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman, bahkan di jalan yang terasa paling nyaman sekalipun. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang