Perjalanan mudik Lebaran dengan mobil pribadi sering membuat pengemudi harus menempuh jarak jauh dalam waktu lama. Kondisi lalu lintas yang padat, waktu tempuh yang tidak menentu, serta tekanan untuk segera sampai tujuan sering membuat pengendara menunda waktu istirahat saat berkendara karena ingin segera sampai. Padahal, menjaga kondisi fisik selama perjalanan jauh menjadi faktor penting untuk memastikan keselamatan di jalan. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan, salah satu hal yang perlu diperhatikan pemudik adalah waktu istirahat. “Wajib istirahat setiap 2 jam sekali,” ucapnya kepada Kompas.com, Senin (16/3/2026). Ilustrasi : para pemudik saat beristirahat di Rest Area 519 A Tol Trans Jawa Sragen, Rabu (26/3/2025) Sebelumnya, Marcell juga mengatakan, kebanyakan pengendara baru beristirahat itu harus nunggu, ditunggu dulu kalau sudah capek sekali, ini keliru dan tidak aman. Marcell mengatakan, pelancong sebaiknya mengatur waktu istirahat berdasarkan waktu berkendara, bukan jarak tempuh. Idealnya, istirahat dilakukan selama 30 menit setelah dua jam berkendara. “Jadi yang ideal itu istirahat setelah dua jam berkendara. Patokannya jangan tunggu sampai di kota A, kota B. Setelah dua jam, sebaiknya menepi untuk istirahat,” ucap Marcell. Menurut Marcell, kelelahan pengemudi diukur berdasarkan lama waktu berkendara, bukan jarak, karena waktu tempuh dari kota A ke B bisa tidak sama, tergantung situasi dan kondisi lalu lintas. Marcell menekankan, tidak ada kewajiban menempuh jarak tertentu harus dalam waktu yang sudah ditargetkan. Pola beristirahat setiap 2 jam sekali akan memberikan banyak keunggulan bagi pengendara, yakni menjaga daya tahan, ketenangan pikiran, dan memberi kesempatan bagi tubuh untuk relaksasi sejenak. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang