Arus balik Lebaran 2026 mulai memberikan tekanan signifikan di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali). Lonjakan volume kendaraan yang mengarah ke Jakarta tercatat mencapai sekitar 2.800 unit per jam, memicu kepadatan di sejumlah titik. Kondisi tersebut semakin kompleks karena tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan, tetapi juga faktor di lapangan, seperti kendaraan yang berhenti di bahu jalan dan antrean menuju rest area. Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan peningkatan jumlah kendaraan menjadi salah satu faktor utama yang memperparah perlambatan arus lalu lintas. “Selain lonjakan volume kendaraan menuju Jakarta yang mencapai sekitar 2.800 kendaraan per jam, kepadatan juga dipicu oleh antrean kendaraan yang hendak masuk ke rest area,” ujar Ardam kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026). Sejumlah kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta terjebak kepadatan dan mengantre panjang di KM 188 bekas gerbang Palimanan tol Cipali Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Jumat (27/3/2026) siang. Ia menjelaskan, kepadatan terpantau terjadi di beberapa titik, terutama di KM 188, KM 175, dan KM 164 arah Jakarta. Di lokasi tersebut, arus lalu lintas melambat akibat tingginya aktivitas kendaraan yang keluar-masuk rest area. Tak hanya itu, sejumlah kendaraan yang mengalami kendala teknis setelah menempuh perjalanan jauh dari arah Timur juga turut memperburuk situasi. Banyak pengemudi yang memilih berhenti di bahu jalan, sehingga mengganggu kelancaran arus di lajur utama. Di sisi lain, faktor kelelahan fisik pemudik juga berperan dalam meningkatnya intensitas kendaraan yang berhenti mendadak, baik di bahu jalan maupun menjelang rest area. Sebagai upaya mengurai kepadatan, pihak Kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contra flow (CF) di KM 169 hingga KM 162 arah Jakarta sejak pukul 17.30 WIB. Selain itu, Astra Tol Cipali juga memberlakukan sistem buka-tutup secara situasional di seluruh rest area, termasuk di KM 164 dan KM 130. Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean kendaraan meluber hingga ke jalur utama tol. Pengelola tol juga menambah tujuh armada derek selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 guna mempercepat penanganan kendaraan yang mengalami gangguan di jalan. Di lapangan, petugas bersama Kepolisian turut melakukan penyisiran serta memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan agar tidak berhenti di bahu jalan. Sebagai alternatif, pengguna jalan disarankan untuk beristirahat di luar gerbang tol terdekat. Pengelola memastikan bahwa akumulasi tarif tol tetap sama, sehingga pengguna tidak dirugikan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus balik berlangsung. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang