Rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, di tengah lonjakan volume kendaraan yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Berbagai skema seperti contraflow hingga one way diterapkan secara masif oleh jajaran Korlantas Polri guna mengurai kepadatan di titik-titik krusial. Tercatat, sebanyak 285 intervensi atau rekayasa lalu lintas dilakukan kepolisian selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Persiapan one way nasional arus balik Lebaran 2025 dari GT Kalikangkung Angka ini terdiri dari 205 kali pengalihan arus, 39 kali contraflow, 39 kali one way lokal presisi, serta dua kali penerapan one way nasional presisi. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa arus mudik tahun ini mencatat angka tertinggi yang pernah terjadi, namun tetap dapat dikendalikan berkat strategi pengaturan lalu lintas yang tepat. “Arus mudik tertinggi sepanjang sejarah sampai saat ini, satu hari yang meninggalkan Jakarta sejumlah 270.315, ini tertinggi dan terbanyak sepanjang sejarah arus puncak mudik selama ini dan sudah bisa terkelola dengan baik,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis (1/4/2026). Anggota Satlantas Polres Bogor melakukan pengaturan lalu lintas di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Dok Polres Ia juga mengatakan, arus balik pada tahun ini juga menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dengan jumlah 256.338 kendaraan yang menuju Jakarta dalam satu hari, atau naik 4,62 persen. “Tahun lalu 250.000 kendaraan, tahun ini 270.000 itu arus mudiknya. Arus puncaknya tahun lalu 223.000 kendaraan tahun ini 256.000 kendaraan, dan ini luar biasa,” kata dia. Lonjakan kendaraan tersebut terlihat jelas dari data pergerakan selama periode 13 hingga 29 Maret 2026. Arus keluar Jakarta mencapai 3.255.002 kendaraan atau meningkat 18,43 persen dari kondisi normal. Adapun, arus masuk Jakarta tercatat 2.989.931 kendaraan, naik 10,79 persen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang