PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan signifikan volume kendaraan selama arus mudik dan balik 2026 pada ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Berdasarkan catatan perseroan, total trafik menembus lebih dari 3,3 juta kendaraan. Di mana sebanyak 3,16 juta kendaraan melintas di ruas tol operasional sepanjang 13–30 Maret 2026. Sementara itu, ruas tol fungsional menyumbang lebih dari 173.000 kendaraan, termasuk Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 dan Tol Palembang–Betung. Gerbang Tol Cikampek Utama. Diskon tarif tol Lebaran 2026. Diskon tol Lebaran 2026. Diskon tol Trans Jawa. Diskon tol Trans Sumatera. Diskon tarif tol. Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan peningkatan trafik mencapai 84 persen dibandingkan volume lalu lintas normal. “Secara umum arus mudik dan balik Lebaran 2026 di JTTS berjalan lancar. Memang sempat terjadi kepadatan di akses Tol Palembang–Betung, namun dapat segera diurai melalui rekayasa lalu lintas bersama kepolisian dan instansi terkait,” ujar Iwan dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026). Puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan total lebih dari 194.000 kendaraan. Adapun arus balik mencapai titik tertinggi pada 23 Maret 2026 dengan lebih dari 264.000 kendaraan melintas. Menariknya, ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat menjadi yang paling sibuk selama periode Lebaran, dengan total lebih dari 703.000 kendaraan. Sementara dari sisi pertumbuhan, Tol Sigli–Banda Aceh mencatat lonjakan tertinggi hingga 236 persen dibanding kondisi normal. Di sisi lain, kehadiran ruas fungsional turut membantu memecah kepadatan. Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 dilintasi lebih dari 86.000 kendaraan, sedangkan Tol Palembang–Betung mencatat angka serupa. Ruas tambahan ini menjadi alternatif penting untuk menjaga kelancaran distribusi arus kendaraan. Gerbang Tol Bengkulu di Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Lonjakan mobilitas ini tak lepas dari semakin terintegrasinya jaringan JTTS yang menjangkau berbagai wilayah strategis di Sumatera. Selain itu, kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas instansi juga menjadi faktor penentu kelancaran operasional. Hutama Karya menilai keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari regulator, aparat, hingga pemangku kepentingan lainnya. “Fokus kami bukan hanya memastikan kendaraan melintas, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan terkendali,” kata Iwan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang