Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat volume lalu lintas kendaraan yang keluar Jakarta selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai 3,25 juta unit. Angka tersebut meningkat 2,3 persen dibandingkan periode Lebaran 2025, sekaligus melonjak 18,4 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal. Sementara itu, volume kendaraan yang kembali ke arah Jakarta tercatat sebanyak 2,98 juta unit atau naik 10,8 persen dari kondisi normal harian. Kondisi kendaraan saat pemberlakuan one way menuju Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Selasa (24/3/2026). Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, secara umum pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini berjalan lancar dan terkendali. “Kami juga melihat adanya peningkatan dari sisi keselamatan, yang menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan layanan infrastruktur jalan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026). Berdasarkan data pemantauan, puncak arus mudik terjadi pada H-3 atau 18 Maret 2026 dengan volume mencapai 270.315 kendaraan, naik 4,6 persen secara tahunan. Adapun puncak arus balik terjadi pada H+3 (24 Maret 2026) dengan jumlah 256.338 kendaraan, lebih rendah dibandingkan proyeksi awal. Dari sisi kinerja lalu lintas, waktu tempuh arus balik tercatat lebih cepat 3,8 persen menjadi rata-rata 5 jam 12 menit dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, waktu tempuh saat arus mudik sedikit lebih lama, yakni 5 jam 46 menit atau meningkat 2,6 persen akibat tingginya volume kendaraan di jalan tol. Menurut Dody, penguatan sistem pemantauan lalu lintas melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), termasuk penambahan kamera pengawas (CCTV) di titik strategis, berperan penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan. Kendaraan pemudik melintas untuk masuk ke Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 2026 akan terjadi secara serentak pada 18 Maret 2026 melalui moda transportasi darat, laut, dan udara. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU “Penguatan sistem monitoring melalui JMTC, termasuk penambahan CCTV di berbagai titik strategis, sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan,” kata dia. Selain itu, aspek keselamatan juga menunjukkan perbaikan. Jumlah kecelakaan selama periode Lebaran 2026 tercatat 51 kejadian atau turun 2 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah korban juga menurun signifikan menjadi 60 orang atau turun 34 persen. Bahkan, angka korban meninggal dunia turun hingga 60 persen menjadi dua orang. Pemerintah juga mencatat keberhasilan dalam menekan volume kendaraan logistik hingga 74,56 persen melalui kebijakan pembatasan angkutan barang selama periode mudik. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, sejumlah kebijakan turut diterapkan, mulai dari diskon tarif tol sebesar 30 persen hingga rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow yang diberlakukan secara situasional. GT Kalihurip Utama lalu lintas dari arah Bandung Meski demikian, Kementerian PU masih mencatat sejumlah evaluasi, khususnya terkait penataan rest area di KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta–Cikampek. "Perbaikan ke depan akan difokuskan pada aspek akses dan tata letak guna mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan," tutupnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang