GWM Tank 500 Diesel Di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, pasar SUV diesel di Indonesia yang didominasi oleh nama besar seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport dan pendatang baru GWM TANK 500 justru tetap kokoh. Bagi sebagian orang, kenaikan harga solar non-subsidi mungkin menjadi beban, namun bagi pecintanya, SUV diesel adalah investasi yang sulit digantikan oleh mesin bensin. "Saat terjadi tren peningkatan orang membeli mobil listrik, kita melihat masing-masing teknologi itu punya kelebihan. Kenapa masyarakat masih menunjukkan minat ke mobil diesel, karena dari hasil survei internal kita, konsumen di Indonesia itu lebih menyukai mesin diesel dibandingkan mesin bensin untuk mobil model SUV," jelas CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto.CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus SusantoMasih kata Bagus, ada beberapa faktor utama yang membuat diesel tetap diminati. Mulai dari karakter tenaga yang kuat, hingga daya tahan mesin yang sudah terbukti di mata konsumen Indonesia."Pertama berkaitan dengan torsi maupun power yang besar. Kedua, durability dari mesin diesel itu menurut konsumen Indonesia sudah teruji. Lalu efisiensi bahan bakarnya juga," jelasnya.Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, pecinta diesel tetap tinggiIa menambahkan, meskipun teknologi hybrid dan elektrifikasi terus berkembang, diesel tetap memiliki tempat tersendiri di pasar otomotif nasional."Hybrid menawarkan efisiensi lebih baik dan noise yang lebih halus. Tapi pada akhirnya, banyak faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen," tegas Bagus.Sekedar informasi dari sisi performa, GWM Tank 500 Diesel dibekali mesin 4-silinder turbo berkapasitas 2.400 cc yang dipadukan dengan transmisi otomatis 9 percepatan (9AT).Kombinasi tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 181 dk dan torsi puncak 480 Nm yang sudah tersedia sejak 1.500 rpm hingga 2.500 rpm.Bicara soal efisiensi, konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 7,5 liter per 100 km atau setara sekitar 13,33 km per liter, angka yang masih kompetitif di segmen SUV diesel besar.Ekspedisi GWM TANK 300 Diesel Edition di Ekspedisi Kutub Utara dan Kutub Selatan TiongkokNah berikut ini mengapa masyarakat tetap setia mencari SUV bermesin diesel?1. Torsi melimpahMesin diesel modern, contoh 1GD atau dengan asupan turbo menghasilkan torsi besar pada putaran mesin (RPM) yang rendah.Mobil terasa sangat ringan saat berakselerasi di kemacetan dan memiliki tenaga "napas panjang" saat melibas tanjakan curam atau membawa beban penuh. Karakter ini sangat cocok dengan topografi Indonesia yang berbukit-bukit.2. Efisiensi Bahan BakarSecara termodinamika, mesin diesel memang lebih efisien dibandingkan mesin bensin.Untuk jarak tempuh yang sama, SUV diesel umumnya mengonsumsi bahan bakar lebih sedikit (liter per kilometer), dibandingkan SUV bensin dengan bobot yang setara.Meskipun harga per liternya mahal, konsumsinya yang irit membuat biaya operasional per kilometer seringkali masih bersaing atau bahkan lebih murah daripada mesin bensin yang boros.3. Ketahanan (Durability)Mesin diesel dirancang dengan material yang lebih kuat untuk menahan kompresi tinggi. Hal ini melahirkan stigma positif bahwa mesin diesel adalah "mesin pekerja keras" yang awet hingga ratusan ribu kilometer.Masyarakat Indonesia sangat menghargai mobil yang tangguh dan tidak rewel untuk penggunaan jangka panjang.Harga jual beli mobil bekas diesel tetap stabil4. Resale ValueDi Indonesia, hukum pasar berlaku, permintaan tinggi, harga terjaga. Karena SUV diesel selalu punya peminat di pasar mobil bekas, harga jual kembalinya cenderung sangat stabil.Membeli SUV diesel dianggap sebagai cara "mengamankan uang" dibandingkan membeli mobil mewah lain yang harganya jatuh drastis dalam beberapa tahun.5. Gagah di JalananTidak bisa dipungkiri, ada faktor psikologis dan status sosial. SUV diesel berukuran besar memberikan rasa aman, gagah, dan dominasi di jalan raya.Postur tubuh yang tinggi juga membuat pengemudi lebih percaya diri saat menghadapi banjir atau jalanan rusak, yang masih sering ditemui di berbagai wilayah.