Kenaikan harga solar mulai memengaruhi pasar mobil diesel bekas. Sejumlah pedagang mengaku unit diesel kini lebih lama terjual dibanding beberapa bulan sebelumnya. Mobil-mobil diesel yang sebelumnya cepat laku seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, hingga Chevrolet Captiva, kini mulai “nyangkut” di showroom. Singgih, pemilik Willies Mobil di Depok, Jawa Barat, mengatakan perubahan pasar terasa cukup signifikan sejak harga BBM diesel naik. “Contohnya Captiva diesel 2010 ini. Beberapa bulan lalu masih ada yang tanya. Sekarang bulan ini sebenarnya sudah enggak ada yang cari mobil diesel,” kata Singgih kepada Kompas.com, di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/5/202). Zidan, dari showroom mobil bekas Salman Auto Mobilindo, di Kelapa Dua, Depok. Menurut dia, konsumen saat ini mulai khawatir terhadap biaya operasional mobil diesel ke depan. Padahal, beberapa model diesel lawas sebenarnya masih bisa menggunakan Biosolar subsidi. “Padahal mobil diesel 2010 masih bisa pakai Biosolar. Cuma sekarang ada rasa takut dari konsumen karena efek kenaikan harga BBM ini,” ujar Singgih. Ia mengatakan, kekhawatiran terbesar konsumen saat ini adalah kemungkinan kenaikan harga solar subsidi di masa depan. “Patokannya sekarang tinggal solar subsidi. Kalau solar subsidi ikut naik, selesai sudah. Tinggal pemerintah kuat sampai kapan menahan subsidi,” kata dia. Showroom mobil bekas Salman Auto Mobilindo, di Kelapa Dua, Depok. Kondisi tersebut membuat sejumlah showroom mulai menyesuaikan harga jual agar unit lebih cepat terjual. Singgih mengaku sudah menurunkan harga Chevrolet Captiva diesel yang dijual di showroom miliknya. “Dulu saya buka harga di Rp 90 juta, bahkan sempat buka harga Rp 95 juta. Sekarang sudah turun jadi Rp 85 juta,” ujar Singgih. Menurut dia, pedagang kini lebih memilih melepas unit dengan margin tipis dibanding mobil terlalu lama tersimpan di showroom. “Kalaupun harus balik modal atau rugi sedikit, sekarang tetap kami lepas. Daripada unitnya terus tertahan,” kata Singgih. Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok Hal serupa juga dirasakan Zidan dari Salman Auto Mobilindo di Depok. Ia mengatakan, masih ounyas atu uni mobil diesel yang belum laku. “Makanya sekarang kami masih melihat dulu kondisi pasarnya akan seperti apa, apakah nanti bisa stabil lagi atau tidak. Jadi kami lihat perkembangannya seperti apa,” kata Zidan. Ia mengaku tetap akan melepas unit diesel jika ada pembeli yang memberikan penawaran masuk akal, meski keuntungan yang diperoleh tidak besar. “Kalau ada yang mau beli mobil diesel dan masih ada tawaran yang masuk, syukur-syukur kalau masih ada margin pasti kami lepas,” ujarnya. Showroom mobil bekas Hapsari Motor, di Kelapa Dua, Depok. “Tapi kalau harus balik modal juga langsung saya lepas. Enggak apa-apa, karena memang kondisi pasar sekarang seperti ini,” ujar dia. Rama dari Rama Dagang Mobil di Rempoa, Tangerang Selatan, mengatakan pedagang kini lebih berhati-hati dalam menambah stok baru. “Namun, kalau bicara soal harga, sebenarnya belum ada penurunan signifikan, pedagang masih menjual dengan harga yang sama,” kata Rama. “Perbedaannya, saat ini pedagang cenderung menahan diri untuk tidak mengambil stok mobil diesel seperti itu dulu. Mereka ingin menghabiskan stok yang ada sampai laku terjual,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang