Penjualan motor di Asia Tenggara selama 2025 mengalami peningkatan pesat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19!Menurut data yang dihimpun Motorcycles Data, dikutip Kamis (19/2), penjualan motor di Asia Tenggara selama tahun lalu tembus 15 jutaan unit. Nominal itu naik 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski tak disebutkan secara detail, namun Indonesia menyumbang 6 jutaan unit dari angka tersebut. Sementara 8-9 jutaan unitnya merupakan kombinasi dari sembilan negara lain.Jalan Raya di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Doc. SCMPSejak 2019, ini merupakan kali pertama penjualan motor di ASEAN tembus 15 juta unit setahun. Meski secara dominan berasal dari Indonesia, namun negara-negara lain di kawasan itu juga mengalami peningkatan penjualan.Tercatat hanya ada dua negara di Asia Tenggara yang mengalami penurunan penjualan motor sepanjang tahun lalu, yakni Myanmar yang turun 53 persen dan Kamboja yang drop 10,4 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah hal, salah satunya situasi politik dan ekonomi yang kurang stabil.Sementara sisanya mengalami peningkatan. Vietnam menjadi negara ASEAN dengan peningkatan paling masif, yakni 13,5 persen. Bukan hanya motor bensin, motor listrik juga laris manis di sana.Motor Honda lagi dirakit di pabrik. Foto: Doc. AHM.Kemudian ada Thailand yang naik 9,8 persen, Malaysia 3,5 persen, Filipina 2,8 persen dan Indonesia 0,6 persen. Menariknya lagi, Singapura yang menjadi pasar terkecil juga mengalami peningkatan penjualan, yakni mencapai 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Ini menjadi puncak kejayaan roda dua di Asia Tenggara. Menurut prediksi, angkanya kemungkinan besar akan stabil atau naik tipis tahun ini. Sebab, selain permintaan tinggi, model-model kendaraan yang meluncur juga makin beragam, termasuk kemunculan motor listrik murah.