PT Toyota Astra Motor (TAM) menyampaikan bahwa Indonesia masih menjadi kontributor terbesar Toyota di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN pada periode 2025. Hal tersebut seiring dengan kinerja penjualannya yang menguasai 31 persen dari total pasar otomotif nasional, meski tengah mengalami koreksi imbas gejolak ekonomi dan geopolitik di global maupun domestik. "Kondisi pasar dalam negeri (ritel) sepanjang 2025 memang turun sekitar 6 persen karena situasi yang challenging baik di global maupun domestik. Tetapi capaiannya lebih tinggi dari prediksi Gaikindo," kata Vice President PT TAM Henry Tanoto dalam Toyota New Year Media Gathering 2026 di Jakarta, Senin (26/1/2026). Booth Toyota IIMS 2023 "Dari jumlah itu, Toyota berhasil mencapai lebih dari 250.000 unit dengan market share 31 persen. Pencapaian tersebut juga mempertahankan posisi kita sebagai yang terbanyak di Asia Tenggara," lanjutnya. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tercatat penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Angka tersebut melambat 7,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 865.723 unit. Tekanan pasar juga tecermin di level ritel, di mana sepanjang 2025 penjualan kendaraan roda empat atau lebih dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit, turun 6,3 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pabrik Toyota di Karawang Dari jumlah terkait, Toyota membukukan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebesar 250.431 unit, sementara penjualan ritel mencapai 258.923 unit. Kinerja tersebut ditopang portofolio produk yang luas, mulai dari segmen kendaraan entry level hingga premium, membuat Toyota tetap relevan di berbagai lapisan konsumen, kendati berada di tengah perubahan tren menuju elektrifikasi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang