Kenaikan harga solar mulai memengaruhi pasar mobil bekas bermesin diesel, khususnya di segmen SUV premium seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Sejumlah pedagang mengaku kini lebih berhati-hati mengambil stok karena permintaan mulai melambat. Singgih, pedagang mobil bekas dari Willies Mobil di Depok, Jawa Barat, mengatakan kondisi pasar saat ini membuat banyak showroom enggan mengambil unit diesel, terutama yang berharga tinggi. Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok Menurut Singgih, perlambatan mulai terlihat dari aktivitas lelang kendaraan dan minimnya minat pedagang lain untuk mengambil unit. “Kan istilahnya kami kerja sama, dari Carsome ke showroom, lalu Carsome ke konsumen lewat aplikasinya. Nah, pedagang sekarang juga malas ambil unit,” katanya. Ia mencontohkan satu unit Toyota Fortuner VRZ diesel 2022 yang hingga kini belum juga laku meski harga sudah turun. “Contohnya sekarang ada Fortuner VRZ diesel 2022 yang lagi dilelang. Showroom sebelah pasang Fortuner diesel 2021 buka harga Rp 345 juta,” ujarnya. “Padahal yang dilelang ini tahun lebih muda. Kalau tidak salah terakhir buka harga Rp 313 juta, kilometernya juga baru 25.000 km," ujarnya. Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok Menurut dia, hingga saat ini belum ada pedagang yang berminat mengambil unit tersebut. “Pedagang juga tidak ada yang maju. Tidak ada tawaran sama sekali, padahal mobil itu sudah sekitar seminggu di lelang. Awalnya buka di Rp 335 juta, lalu karena enggak ada yang nawar, harganya terus turun,” ujarnya. Kondisi serupa juga dirasakan Zidan dari Salman Auto Mobilindo. Ia mengatakan pasar mobil diesel bekas kini sedang tidak menentu karena banyak calon pembeli mulai menahan diri. “Buat apa kalau yang jual banyak, tapi enggak ada yang beli? Kami kan cari mobil yang di pasaran masih banyak peminatnya,” ujarnya. “Sekarang orang-orang mulai panik. Kalau nanti mobil itu enggak ada pembelinya, buat apa kami beli unitnya,” kata dia. Kemudian Rudy dari Hapsari Motor mengatakan sebagian besar diler saat ini memilih menunggu situasi pasar lebih stabil sebelum kembali mengambil stok mobil diesel premium. Showroom mobil bekas Salman Auto Mobilindo, di Kelapa Dua, Depok. “Saat solar Dex (Dexlite dan Pertamina Dex) naik, itu kita sebagian besar diler belum ada yang berani ambil mobil solar, terutama kelas premium seperti Pajero Sport di atas 2016 dan Toyota Fortuner,” ujarnya. “Kita semua istilahnya belum ada yang berani ambil, kalau ada ketimpangan harganya luar biasa,” katanya. Para pedagang menilai kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi membuat calon konsumen mulai menghitung ulang biaya operasional kendaraan. Akibatnya, mobil diesel premium yang sebelumnya banyak diburu kini mulai lebih sulit dijual, bahkan di kalangan pedagang mobil bekas sendiri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang