Membeli mobil bekas tidak cukup hanya melihat tampilan luar yang masih mulus. Salah satu hal krusial yang sering luput dari perhatian adalah kondisi rangka atau struktur utama kendaraan, terutama jika mobil pernah mengalami tabrakan besar. Menurut Fernandes dari Otospector, rangka mobil yang sudah tidak presisi akibat benturan keras umumnya sulit dikembalikan ke kondisi semula. Bahkan, kerusakan ini bisa berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan berkendara. “Kalau sudah kena di bagian struktur seperti panel cowl atau apron, itu tandanya benturannya cukup keras dan bisa mengganggu fungsi kendaraan,” kata Fernandes kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026). Deretan mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten Ia menjelaskan, panel cowl merupakan bagian yang berada di belakang mesin dan berfungsi sebagai pemisah antara ruang mesin dan kabin. Jika bagian ini terdampak, besar kemungkinan mesin sempat terdorong ke belakang hingga memengaruhi dudukannya. Ilustrasi proses penyetelan sasis mobil yang ringsek akibat tabrakan “Dampaknya bisa permanen, karena dudukan mesin berubah dan mesin tidak lagi stabil saat bekerja,” ujar Fernandes. Selain itu, bagian apron yang menjadi dudukan shockbreaker juga perlu diperhatikan. Jika apron sudah mengalami perbaikan akibat benturan, maka sudut kaki-kaki mobil berpotensi berubah dan sulit dikembalikan presisi meski sudah dilakukan spooring. “Kalau apron sudah kena, biasanya mobil jadi tidak stabil. Mau disetel seperti apa pun, hasilnya tidak akan kembali seperti standar pabrik,” kata Fernandes. Tak hanya di bagian depan, kerusakan struktur juga bisa terjadi di sisi samping, terutama pada pilar A, B, atau C. Ciri yang paling mudah dikenali adalah adanya bekas las, dempul tebal, atau bentuk yang tidak lagi simetris. “Kalau pilar sudah pernah diperbaiki, biasanya pintu jadi tidak presisi, bisa muncul suara angin saat melaju, bahkan berpotensi bocor saat hujan,” ujar Fernandes. Fernandes menegaskan, calon pembeli sebaiknya menghindari mobil dengan kerusakan struktur berat. Sebab, selain sulit diperbaiki, kondisi tersebut juga bisa menurunkan tingkat keselamatan saat mobil digunakan. “Lebih baik cari unit lain yang strukturnya masih utuh, karena rangka itu fondasi utama kendaraan,” kata Fernandes. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang