Tak semua mobil bekas dengan riwayat tabrakan otomatis berbahaya untuk digunakan. Banyak calon pembeli langsung menghindar begitu mendengar kata “bekas tabrakan”, padahal tingkat benturan dan area yang terdampak sangat menentukan apakah mobil tersebut masih aman dan layak pakai. Dalam dunia inspeksi kendaraan, tabrakan umumnya dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni depan, belakang, dan samping, masing-masing dengan risiko yang berbeda terhadap fungsi mobil. Menurut Jeffrey, pemilik jasa inspeksi Otospector, riwayat tabrakan perlu dilihat secara lebih objektif, tidak sekadar dari ada atau tidaknya bekas benturan. "Tabrakan itu ada kategorinya. Ada tabrak depan, tabrak belakang, dan tabrak samping. Tidak semuanya langsung berbahaya atau membuat mobil tidak layak," kata Jeffrey kepada Kompas.com, Sabtu (17/1/2026). Jeffrey menjelaskan, tabrakan belakang umumnya menjadi kategori yang paling ringan risikonya. Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 Selama benturan tidak terlalu keras dan hanya mengenai bumper atau panel luar, dampaknya relatif minim terhadap fungsi kendaraan. Komponen utama seperti mesin, sistem kemudi, dan struktur depan mobil biasanya tidak terpengaruh. Berbeda halnya dengan tabrakan depan. Benturan di area ini berpotensi menimbulkan masalah serius, terutama jika terjadi dengan kecepatan tinggi. Dampaknya bisa merembet ke sasis utama, ruang mesin, hingga dudukan suspensi depan, yang berpengaruh langsung pada kestabilan dan keselamatan mobil. Sementara itu, tabrakan samping juga perlu diwaspadai, terutama jika benturannya keras. Area samping mobil berkaitan langsung dengan struktur rangka dan titik-titik penopang bodi. Jika kerusakan sudah mencapai rangka utama, risiko gangguan fungsi akan meningkat meskipun tampilan luar sudah diperbaiki dengan rapi. "Kalau tabrakan depan atau samping keras sampai kena sasis dan dudukan shockbreaker, biasanya efeknya terasa saat mobil dipakai. Mobil bisa limbung, setir tidak lurus, atau terasa tidak stabil," ujar Jeffrey. Karena itu, ia menyarankan calon pembeli mobil bekas tidak hanya fokus pada kondisi visual. Pemeriksaan menyeluruh pada rangka, sasis, dan komponen suspensi menjadi kunci untuk menilai apakah mobil bekas tabrakan masih aman digunakan atau justru menyimpan risiko jangka panjang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang