Membeli mobil bekas memang bisa menjadi solusi ekonomis, terutama bagi yang mencari kendaraan dengan harga terjangkau. Namun, calon pembeli wajib ekstra hati-hati, khususnya terhadap unit yang pernah mengalami tabrakan berat hingga merusak struktur atau sasis. Kerusakan pada sasis bukan perkara sepele. Jika rangka utama sudah terdampak, kekuatan dan tingkat keamanan mobil bisa berkurang drastis. Dalam kondisi tertentu, mobil memang masih bisa diperbaiki dan tampak normal dari luar. Namun, struktur yang sudah berubah sulit kembali seperti standar pabrikan. Kecelakaan di Jalan Raya Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur yang membuat bangunan pagar sekolah rusak pada Jumat (8/9/2023). Pemilik jasa inspeksi kendaraan PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim, mengatakan ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan saat mengecek mobil bekas yang dicurigai pernah mengalami tabrakan besar. “Struktur bengkok, keriting, tidak presisi, bulatan las titik tidak ada dan terlihat las-lasan bengkel. Beda halnya kalau ada pergantian tulangan, itu sangat tricky," kata Hakim kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, mobil modern memiliki titik las pabrikan yang rapi dan konsisten. Jika ditemukan bentuk las yang tidak seragam atau berbeda dari standar umum, patut dicurigai pernah ada perbaikan besar. Lebih lanjut, Lukman menambahkan bahwa pada kasus tertentu, bekas kerusakan bisa sangat sulit dideteksi. 4 mobil terlibat tabrakan beruntun di ruas jalan tol dalam kota kawasan Semanggi arah Cawang, Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2022). "Poin yang saya sebutkan tadi nyaris tidak muncul, yang bisa dilihat biasanya hanya ada bekas sambungannya,” ujarnya. Kenapa Berbahaya? Sasis atau rangka merupakan tulang punggung kendaraan. Komponen ini menopang bodi, mesin, suspensi, hingga sistem keselamatan. Jika sasis pernah bengkok atau disambung ulang, presisi geometri mobil bisa berubah. Dampaknya antara lain mobil terasa tidak stabil saat melaju lurus, ban aus tidak merata, setir tidak lurus meski sudah dilakukan spooring, hingga muncul bunyi-bunyian dari kolong. Dalam jangka panjang, risiko keselamatan juga meningkat, terutama jika mobil kembali mengalami benturan. Petugas Satlantas Polres Salatiga melakukan olah TKP. Pilar Selain mengecek bagian kolong, ada beberapa area penting yang perlu diperhatikan, yakni ruang mesin. Perhatikan dudukan mesin, apron, dan rangka depan untuk memastikan tidak ada bekas potongan atau sambungan. Kemudian periksa pilar A, B, dan C. Hakim menyebut pilar merupakan bagian struktur yang sangat penting. Bekas dempulan tebal atau las yang tidak rapi bisa menjadi tanda pernah terjadi benturan keras. “Pengecekan rangka serta pilar A, B, dan C sangat penting. Dari situ kita bisa mengetahui apakah mobil pernah memiliki riwayat terguling atau mengalami tabrakan besar," kata Hakim. "Posisi pilar A, B, dan C berada di sisi atas kanan dan kiri bodi mobil. Jadi, kalau di area tersebut titik lasnya sudah tidak presisi atau terdapat dempulan, bisa dipastikan mobil pernah mengalami kecelakaan,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang