Pasar mobil bekas masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru. Namun di balik tampilannya yang terlihat rapi dan layak pakai, tak sedikit mobil bekas menyimpan masalah tersembunyi, terutama pada sistem keselamatan. Salah satu praktik yang masih kerap ditemui di lapangan adalah manipulasi lampu indikator pada panel instrumen, yang berpotensi menyesatkan pembeli awam. Menurut Gazoel Amin, pemilik jasa inspeksi Bantu Cek, manipulasi indikator di panel meter umumnya dilakukan untuk menutupi riwayat kerusakan kendaraan, khususnya akibat kecelakaan. Cara yang digunakan pun beragam, mulai dari menutup lampu indikator dengan cat hingga merekayasa kelistrikan agar lampu terlihat normal. “Indikator itu ada yang ditambal pakai cat, ada juga yang dijamper supaya bisa mati dan menyala seolah-olah normal. Tujuannya jelas, biar mobil cepat laku dan pembeli nggak curiga,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (25/12/2025). Gazoel menjelaskan, salah satu indikator yang paling sering dimanipulasi adalah indikator airbag. Lampu peringatan ini biasanya menyala ketika sistem mendeteksi gangguan atau airbag pernah mengembang akibat benturan keras. Pada beberapa kasus, airbag yang sudah mengembang bahkan tidak diganti, melainkan dicopot tanpa perbaikan sesuai standar. Driver airbag bisa mengembang bila terjadi kecelakaan. “Kalau indikator airbag ditutup, besar kemungkinan mobilnya pernah tabrakan. Airbag yang sudah mengembang itu seharusnya diganti karena tidak bisa dipakai lagi,” kata Gazoel. Selain airbag, indikator ABS juga kerap menjadi sasaran manipulasi. Padahal, indikator ABS yang menyala bisa mengindikasikan kerusakan pada sistem pengereman atau kaki-kaki akibat benturan, yang berdampak langsung pada keselamatan berkendara. “ABS itu fitur keselamatan. Kalau tidak berfungsi dan indikatornya dimatikan, risikonya besar sekali, apalagi untuk pembeli yang tidak paham,” ujarnya. Gazoel menambahkan, pembeli awam sering kali hanya melihat tampilan luar kendaraan tanpa mengecek fungsi sistem keselamatan secara menyeluruh. Akibatnya, mobil dengan masalah serius tetap dibeli dan digunakan dalam kondisi yang berbahaya. Karena itu, ia menyarankan calon pembeli mobil bekas untuk lebih teliti dan tidak ragu meminta bantuan pihak yang memahami teknis kendaraan. Pemeriksaan menyeluruh dinilai penting untuk memastikan kondisi mobil benar-benar aman dan layak digunakan. “Mobil bekas yang bagus itu banyak, tapi memang butuh kesabaran dan ketelitian. Jangan sampai tergiur tampilan atau harga murah, tapi mengorbankan keselamatan,” kata Gazoel. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang