Berlibur ke pantai atau pegunungan membutuhkan persiapan matang. Khususnya terkait pengisian bahan bakar minyak (BBM). Objek wisata pantai atau pegunungan umumnya terletak di area terpencil, sehingga tak selalu tersedia stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Salah satu hal yang perlu dipahami adalah terkait lampu indikator BBM. Ketika lampu tersebut menyala sebenarnya masih mampu melaju berapa kilometer lagi. Arif, Service Manager Hyundai Cirebon mengatakan kemampuan jelajah mobil ketika indikator BBM sudah berkedip bisa mengacu pada layar informasi (MID). “Mobil modern umumnya sudah dilengkapi fitur perhitungan jumlah BBM serta pemakaian rata-rata, sehingga sistem dapat menghitung prediksi jarak tempuh yang bisa dicapai mobil tersebut saat indikator sudah menyala,” ucap Arif kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Indikator BBM akan langsung menyala ketika sudah mencapai level minimumnya. Meski demikian sebenarnya masih ada cadangan yang tidak terbaca oleh sistem. Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga. “Mulai angka 100 Km sebelum BBM habis saja bisa bikin indikator menyala, karena sistemnya memang dibuat agar mencegah terjadinya mobil mogok akibat kehabisan BBM,” ucap Arif. Meski demikian, Arif mengatakan angka yang tertera pada MID hanya prediksi berdasarkan perhitungan pemakaian rata-rata. Dalam kondisi sesungguhnya prediksi bisa meleset bergantung dari kelancaran lalu lintas, dan cara pakainya. Eko Sulistyo, Technical Leader Nasmoco Demak mengatakan ketika lampu indikator BBM menyala pada mobil sebenarnya masih ada cadangan BBM sekitar 5 liter. “Jarak tempuhnya tentu relatif, bila kondisinya macet maka jarak tempuh akan pendek karena mesin terus berputar sementara BBM terus terbakar tapi jarak tempuhnya pendek,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, Sabtu (21/3/2026). Kondisi Medan jalan, seperti perbukitan tentu bakal menghasilkan konsumsi BBM rata-rata tak sama seperti di jalan datar. Hasan Ariyanto, pemilik bengkel mobil Mandiri Auto Klaten mengatakan setiap mobil memiliki kemampuan berbeda terkait jarak tempuh yang bisa dicapai saat lampu indikator BBM menyala. “Tergantung dari kapasitas mesin dan konsumsi BBM rata-rata, Grand Livina dan X-Trail tentu beda, meski demikian jumlah BBM yang diperkirakan sama yakni 5 sampai 10 literan,” ucap Hasan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Semakin besar kapasitas mesin, menurut Hasan, konsumsi BBM akan menjadi lebih banyak sehingga berpengaruh pada jarak tempuh yang bisa dicapai dengan memanfaatkan BBM tersisa. “Misal konsumsi BBM rata-rata Grand Livina 1:10 maka dengan bensin 5 liter dapat menempuh jarak sekitar 50 Km, sementara X-Trail dengan konsumsi rata-rata 1:7 maka bisa menempuh 35 Km,” ucap Hasan. Jadi, ketika lampu indikator BBM menyala artinya pengemudi perlu segera mencari SPBU terdekat untuk melakukan pengisian BBM. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang