Perjalanan mudik Lebaran identik dengan jarak tempuh yang panjang, kondisi lalu lintas padat, serta keterbatasan akses SPBU di beberapa ruas jalan. Dalam situasi ini, pemahaman soal sisa bahan bakar saat lampu indikator menyala menjadi hal penting agar perjalanan tetap aman dan tidak kehabisan bensin di tengah jalan. Pemilik bengkel Dokter Mobil, Lung Lung, mengatakan bahwa kapasitas bahan bakar cadangan pada setiap mobil berbeda-beda, tergantung spesifikasi kendaraan. “Beda-beda tiap mobil. Bisa dari 2 liter sampai 5 liter,” kata Lung Lung kepada Kompas.com, Senin (16/3/2026). Ia menambahkan, untuk berjaga-jaga saat perjalanan jauh, pengemudi disarankan membawa bahan bakar cadangan sekitar 5 hingga 10 liter agar kendaraan tetap bisa melaju menuju SPBU terdekat. Ilustrasi indikator bensin mobil “Kalau cadangan bawa 5 sampai 10 liter cukup buat sekadar bisa jalan,” kata dia. Sementara itu, Kamal, pemilik bengkel Kafka juga menjelaskan, jarak tempuh kendaraan saat lampu indikator bahan bakar menyala tidak bisa disamaratakan, karena dipengaruhi kapasitas mesin masing-masing mobil. “Kalau jalan berapa kilometer itu tergantung dari cc mobilnya. Yang pasti, kalau pabrikan Jepang rata-rata bikin 5 sampai 7 liter di saat peringatan nyala,” kata Kamal kepada Kompas.com, baru-baru ini. Senada, Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor di Solo mengatakan, jumlah bensin yang tersisa saat lampu indikator menyala tidak selalu sama pada setiap mobil. Hal ini dipengaruhi oleh kapasitas tangki serta desain dan spesifikasi masing-masing kendaraan. “Ketika lampu peringatan bensin menyala, sisa bensin di tangki antara 10 sampai 15 persen tergantung tipe mobil,” ucap Iwan kepada Kompas.com, belum lama ini. Iwan menjelaskan, , sebagai contoh, jika mobil memiliki kapasitas tangki 50 liter, maka sisa bahan bakar yang tersedia berkisar antara lima hingga 7,5 liter. Jumlah tersebut masih cukup untuk digunakan berkendara dalam jarak tertentu, tergantung konsumsi bahan bakar kendaraan. “Seandainya konsumsi rata-rata mobil 1:10 berarti masih bisa menempuh jarak 50-75 Km sampai mobil mogok,” ucap Iwan. Dengan memahami sisa BBM saat lampu indikator menyala, pemudik diharapkan tidak menunda pengisian bahan bakar agar perjalanan tetap aman dan lancar hingga tujuan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang