Apabila diamati, mobil modern sudah dibekali pompa bensin di dalam tangki. Tak seperti pada mobil lawas, pompa terletak di dekat mesin memanfaatkan gaya putar mekanis. Pompa bensin mobil modern saat ini memanfaatkan pompa elektrik, dan diletakkan di dalam tangki. Rupanya itu bukan tanpa alasan, lebih tepatnya ada penyesuaian karena kendala yang ditemui pada mobil lawas. Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto mengatakan dulu ketika pompa bahan bakar ada di dekat mesin, mobil kerap mengalami kendala. Ilustrasi sistem karburasi pada Motuba “Letak pompa di dekat mesin membuat pompa harus menyedot bensin, sementara bensin memiliki sifat mudah menguap, akibatnya muncul vapour lock, yakni kondisi suplai bensin terhambat oleh uap bensin,” ucap Tri kepada KOMPAS.com, Selasa (11/11/2025). Reid Vapor Pressure (RVP) dulu menjadi isu penting, yakni ukuran tekanan uap bahan bakar pada suhu tertentu (37,8 °C), yang menunjukkan seberapa mudah bahan bakar menguap. Sekarang pompa bahan bakar ada di dalam tangki. Pompa tak dibebani untuk mengisap, tapi lebih banyak mendorong sehingga tak akan menjumpai uap bensin. “Sehingga di dalam pipa penyalur menjadi positif, itu memang sifat hidrokarbon yang mudah menguap, maka dari itu saat ini pompa ada di dalam tangki, suplai bensin menjadi tak terhambat oleh uap, khususnya saat awal starter,” ucap Tri. Nah, kondisi itulah yang membuat mobil-mobil lawas, dengan sistem bahan bakar karburasi umumnya mengalami susah starter di awal. Karena saat mesin berputar, pompa bensin berputar tapi tak mampu menyedot bensin, terhalang oleh uap. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.