Mobil mogok di tanjakan merupakan masalah yang sering terjadi, terutama saat perjalanan jauh atau mudik. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kombinasi beban berat dan performa mesin tidak optimal. Salah satu fenomena belakangan ini terjadi di tanjakan ekstrem Jalur Gentong, Tasikmalaya saat arus balik Lebaran 2026. Puluhan kendaraan roda empat dilaporkan mengalami mogok akibat tak kuat menanjak di tengah kepadatan lalu lintas. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan salah satu penyebab utama mobil mogok di tanjakan adalah tenaga mesin yang kurang. “Saat menanjak, mesin membutuhkan tenaga lebih besar. Jika mesin bermasalah atau lemah, mobil bisa kehilangan tenaga dan akhirnya mati,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Rabu (25/3/2026). Masalah pada sistem bahan bakar juga sering menjadi penyebab. Suplai bensin yang tidak lancar, misalnya karena pompa lemah atau filter tersumbat, akan membuat mesin tidak mendapatkan energi yang cukup. “Gejalanya mesin tersendat atau brebet, sebelum akhirnya mendadak mati ketika pedal gas semakin dalam diinjak, ini terjadi lantaran rasio udara terlalu banyak dibandingkan BBM,” ucap Imun. Ilustrasi mobil mogok saat mudik Lebaran Selain itu, kopling pada mobil manual bisa menjadi faktor penting. Jika kampas kopling sudah aus, tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan baik ke roda. “Akibatnya putaran mesin tinggi, atau menggerung, tapi mobil tak mau melaju, umumnya juga disertai bau gosong dan asap tebal dari area mesin,” ucap Imun. Kesalahan pengemudi juga berperan. Misalnya, perpindahan gigi yang tidak tepat atau terlalu lambat menginjak gas saat di tanjakan bisa membuat mesin kehilangan momentum. Transmisi matik Pada mobil matic, masalah bisa terjadi pada transmisi. Oli transmisi yang kotor atau kurang dapat menyebabkan tenaga tidak tersalur dengan baik. Beban kendaraan yang terlalu berat juga memperparah kondisi. Semakin banyak penumpang dan barang, semakin besar tenaga yang dibutuhkan saat menanjak. “Sistem pengapian yang bermasalah, seperti busi atau koil lemah, juga bisa membuat mesin kehilangan tenaga di tanjakan,” ucap Imun. Ilustrasi mesin mobil overheating Overheat atau mesin terlalu panas juga berisiko menyebabkan mogok. Mesin yang panas berlebih akan menurunkan performa secara drastis. “Sistem pendingin mesin seperti radiator, motor kipas, dan coolant harus dalam kondisi prima,” ucap Imun. Selain itu, kondisi jalan yang macet di tanjakan membuat mobil sering berhenti dan jalan. Hal ini meningkatkan beban kerja mesin dan kopling. Kesimpulannya, mobil mogok di tanjakan umumnya disebabkan oleh kombinasi faktor teknis dan cara berkendara. Pemeriksaan kendaraan dan teknik mengemudi yang tepat sangat penting untuk mencegahnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang