Akhir-akhir ini banyak jalanan rusak. Apalagi setelah jalanan tersebut digenangi air banjir, lubang jalan yang bahkan sampai dalam pun muncul di mana-mana.Jalan rusak tidak hanya terjadi di jalan biasa. Bahkan di jalan tol juga banyak timbul jalan berlubang, malah sampai ada yang ban mobilnya pecah setelah menghantam lubang jalan. Kenapa di musim hujan banyak jalan rusak? Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, hingga kini belum ada jenis aspal yang benar-benar tahan terhadap hujan, genangan dan beban kendaraan di Jakarta."Memang untuk aspal, inilah aspal ini kalau terkena air, dia memang melemahkanlah. Ikatannya semakin berkurang," katanya dikutip Antara.Menurutnya, air hujan dapat melemahkan ikatan aspal. Hal itu bisa mempercepat kerusakan jalan, terutama saat dilintasi kendaraan berat.Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengklaim terus melakukan perbaikan jalan. Seluruh pekerjaan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Dinas Bina Marga, yakni Pasukan Kuning, dengan material yang telah disiapkan sebelumnya."Pengadaan material selalu ada. Kami taruh di gudang. Begitu ada jalan rusak, langsung kami tindak lanjuti. Yang kerja adalah Pasukan Kuning," ujar Heru.Di jalan tol juga demikian. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono, menjelaskan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi secara berkelanjutan berpotensi mempengaruhi kualitas perkerasan jalan tol. Air hujan yang masuk ke pori-pori lapisan aspal (water penetration) dapat melemahkan ikatan antar material perkerasan (stripping). Kondisi tersebut apabila dikombinasikan dengan tingginya beban lalu lintas seperti kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL), dapat mempercepat terjadinya kerusakan permukaan perkerasan jalan."Kami konsisten melakukan pemantauan intensif serta penanganan yang cepat, menyeluruh dan terukur pada titik-titik yang berpotensi mengalami penurunan kualitas perkerasan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga," ujarnya dikutip dari keterangan tertulisnya."Respons cepat dilakukan dengan pekerjaan penutupan lubang sementara untuk menjaga keselamatan pengguna jalan tol dan kelancaran lalu lintas. Kemudian kami melakukan penanganan permanen yang memerlukan tahapan dengan waktu yang lebih lebih lama guna menjaga kualitas perkerasan jalan," ucap Rivan.