PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa munculnya lubang di sejumlah ruas jalan tol dipicu oleh kombinasi hujan berkepanjangan dan beban kendaraan yang melebihi batas. Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantoro mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di ruas yang dikelola Jasa Marga, tetapi juga di seluruh badan usaha jalan tol (BUJT). “Kami meminta maaf apabila ada ketidaknyamanan karena lubang di jalan tol. Tapi itu terjadi di seluruh BUJT, artinya seluruh ruas jalan tol bukan hanya Jasa Marga. Hampir semua karena hujan cukup panjang dan beban kendaraan di luar yang semestinya,” kata Rivan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (9/2/2026). Truk ODOL mengalami patah as roda di Jalan Adi Sumarmo, Karanganyar Ia menyebutkan, praktik truk over dimension over loading (ODOL) turut mempercepat kerusakan jalan. “Makanya ada isu ODOL. Bukan karena kualitasnya, tetapi memang bebannya,” ujarnya. Rivan menambahkan, data sistem penimbangan kendaraan atau weight-in-motion (WIM) menunjukkan mayoritas truk yang melintas melebihi batas muatan. “Kami akui, kami punya weight-in-motion, dan truk yang melintas hampir semuanya rata-rata melebihi batas,” ucapnya. Menurut dia, kondisi jalan semakin memburuk ketika hujan deras berlangsung hampir dua pekan berturut-turut. “Ketika kemarin marak lubang karena hujan hampir dua minggu, kami sudah mulai melakukan penanganan,” kata Rivan. Dalam perbaikan, Jasa Marga menerapkan dua metode, yakni penanganan cepat untuk kerusakan ringan dan pelapisan ulang untuk kerusakan berat. Razia truk ODOL yang dilakukan di Jalan Tol Lampung, Jumat (26/9/2025). “Ada perbaikan yang sifatnya minor, bisa langsung kami tanggulangi. Tapi untuk yang cukup besar, kami menggunakan overlay,” ujarnya. Saat ini, sekitar 60 persen titik kerusakan telah diperbaiki. Jasa Marga menargetkan kondisi jalan terus membaik mulai pekan depan atau memasuki bulan puasa. “Kami targetkan minggu depan atau mulai bulan puasa, lubang harus mengecil. Kalau tidak cepat diperbaiki, ini akan terus bertambah,” katanya. Perbaikan juga diprioritaskan di ruas-ruas yang berpotensi padat menjelang arus mudik. Menurut hasil inspeksi dua pekan terakhir, wilayah Tangerang, Merak, dan sebagian Jakarta Barat tercatat sebagai area dengan tingkat kerusakan paling tinggi. “Dua minggu terakhir kami lakukan inspeksi. Yang rusak ada di Tangerang, Merak, sebagian Jakarta Barat. Jawa Tengah sampai Malang tidak ada masalah,” katanya. Penampakan jalanan berlubang di Jembatan Glonggongan, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2023). Rivan menyebutkan, wilayah Tangerang menjadi lokasi dengan tingkat kerusakan paling kompleks karena tingginya volume kendaraan berat. “Tangerang ini paling kumplit karena truknya sangat banyak. Tapi seperti Jagorawi sudah selesai, Cikampek bawah sebagian selesai. Tinggal sekitar 20 persen, termasuk Cipularang,” tutupnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang