Kondisi jalanan di berbagai daerah di Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Banyak lubang yang diameternya besar serta dalam, bahkan sering berimbas pada kecelakaan tunggal. Tak hanya kecelakaan, bagian motor yang kerap rusak saat melibas lubang adalah pelek, dari peang, retak, bahkan sampai pecah, bisa terjadi akibat lubang di jalan. Aam, Pemilik Bintang Jaya Press Pelek di Bogor menjelaskan, kejadian pelek peang bahkan retak dan pecah lebih sering terjadi pada pelek belakang, bukan depan. Pelek motor peang dan pecah "Yang belakang sering, depan jarang. Perbandingannya bisa 10 banding satu, bahkan lebih. Pelek belakang itu kan beban (lebih besar dari depan), tarikan tekanan rotasi mesin juga," kata Aam kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026). Menurutnya, saat pelek sudah peang, bahkan penyok, mau tidak mau harus diperbaiki. Salah satu cara mengembalikan kondisi pelek seperti semula adalah dengan di press. "Kalau sudah penyok, mau enggak mau harus di press. Apalagi sekarang kebanyakan sudah tidak pakai ban dalam," kata Aam. Biasanya, saat pelek peang setelah hantam lubang, ban bisa langsung kempis. Begitu juga kalau ada retak, udara di dalam ban keluar semua lewat celah tersebut. "Apalagi CNC, itu biasanya patah. Saya bisa bikin sendiri, dilas," kata Aam. Untuk biaya perbaikan, Aam biasanya mematok tergantung kesulitan pengerjaannya. Sebagai gambaran, press paling murah di Rp 150.000 sampai jutaan Rupiah. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang