Berkendara di musim hujan tak lepas dari risiko fatal yakni jalan berlubang dan aquaplaning. Keduanya bisa menjadi pemicu kecelakaan fatal yang berujung kematian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap ada potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga akhir Februari 2026. Akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang dan Praktisi Perkerasan Jalan Wawarisa Alnu Fistcar mengatakan jalan berlubang banyak dijumpai ketika musim hujan, khususnya jalan yang berbahan aspal. “Genangan air bisa membuat aspal mudah terkelupas, air akan masuk ke celah-celah aspal, mendapatkan tekanan dan akhirnya terkelupas, selain itu karakternya lebih empuk, sehingga tak akan kuat menahan beban terlalu berat,” ucap Fistcar kepada KOMPAS.com, Kamis (19/2/2026). “Teknik penambalan jalan berlubang dengan hotmix memang diperlukan demi keselamatan, tapi sebenarnya saat musim hujan kurang efektif, jadi dia akan mudah terkelupas lagi,” ucap Fistcar. Artinya, jalan berlubang sudah menjadi penyakit umum ketika musim hujan. Sehingga, mau tidak mau pengendara perlu mengantisipasinya. Satlantas Polres Subang tandai jalan berlubang dengan cat semprot warna putih agar terlihat oleh pengendara ( FOTO : Kompas.com / Ahya Nurdin) Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana pengendara perlu waspada terhadap bahaya lubang jalan, selain dapat merusak komponen kendaraan halangan tersebut kerap memicu terjadinya kecelakaan. “Cara meningkatkan waspada terhadap lubang jalan paling tepat adalah dengan mengurangi kecepatan,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Sony tidak menyarankan pengendara menghindari lubang di jalan karena menjadi kebiasaan yang tidak aman, meskipun boleh saja dilakukan. Lubang di jalan bisa terlihat bila pengendara menjaga jarak aman dan kecepatan, sementara dalam kecepatan tinggi tidak akan terlihat. Selain itu, lubang jalan juga akan terlihat seperti jalan rata ketika tergenang oleh air. “Pertama kurangi kecepatan sesaat sebelum melibas lubang atau genangan air, boleh menghindar ke kiri atau kanan dengan asumsi di belakang aman atau kosong, dengan memastikannya lewat kaca spion,” ucap Sony. Pengendara motor berpotensi oleng ketika melewati jalan berlubang dengan kecepatan tinggi, termasuk menghindarinya dengan manuver mendadak. Pajero Sport Kena Aquaplaning di jalan raya. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan saat musim hujan ada potensi air menggenang di jalan, khususnya jalan beton yang memiliki resapan minim. “Pada jalan beton bisa lebih licin, karena air cenderung menggenang, dan bisa menyebabkan aquaplaning, maka dari itu pengendara perlu menjaga kecepatan aman,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com. Genangan air akan menjadi sangat berbahaya bagi kendaraan yang melaju kencang. Pasalnya, air bisa memberikan gaya ke atas ke permukaan ban, sehingga kendaraan bisa melayang atau tidak menapak. Semakin kencang laju kendaraan, dan semakin dalam genangan airnya akan memberikan daya layang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali, terpelanting dan sejenisnya. Jadi, demi menjaga keselamatan bersama, pengendara perlu senantiasa meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara di musim hujan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang