— Ancaman saat berkendara di jalan raya tidak hanya datang dari depan atau belakang. Faktanya, potensi bahaya bisa muncul dari enam arah sekaligus. Hal inilah yang kerap tidak disadari oleh banyak pengguna jalan, baik pengendara mobil maupun sepeda motor. Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, teradapat enam ancaman saat berkendara yaitu bahaya dari depan, belakang, kiri, kanan, atas, dan bawah. Kucing jalan-jalan naik mobil. “Bahaya itu bisa datang dari samping dan dari belakang. Bahkan, dalam kondisi tertentu, bahaya juga bisa datang dari atas. Faktanya, banyak kejadian pohon tumbang yang menyebabkan orang meninggal di jalan," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026). Jadi, kata Jusri, bukan hanya empat sisi yang perlu diperhatikan, tetapi dalam kondisi tertentu ada enam sisi yang harus diwaspadai. Bahaya dari atas misalnya pohon tumbang, baliho roboh, atau benda jatuh. Sementara dari bawah, lubang jalan yang tertutup genangan air kerap menjadi penyebab kecelakaan, terutama saat hujan deras. Ilustrasi naik motor di jalanan kota di India.jpg "Ada pula bahaya dari sisi keenam, yaitu dari bawah. Ini biasanya terjadi pada musim hujan atau saat banjir, ketika lubang di jalan tertutup air dan tidak terlihat, sehingga bisa mencelakakan pengguna jalan," ujarnya. Jusri menekankan pentingnya kesadaran situasional atau situational awareness saat berkendara. Pemakai jalan harus terus memantau kondisi sekitar, tidak hanya fokus pada arah laju kendaraan, tetapi juga memperhatikan lingkungan dan potensi bahaya yang mungkin muncul secara tiba-tiba. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang