Jalan berlubang tidak selalu langsung menyebabkan oli mobil bocor, namun benturan keras yang terjadi saat roda menghantam lubang dalam, terutama pada kecepatan tinggi, dapat menimbulkan kerusakan serius pada bagian bawah mesin. Di kolong mobil terdapat komponen penting dan bisa rusak bila kena benturan, seperti panci oli, baut pembuangan oli, gasket, serta pelindung mesin yang pada akhirnya memicu kebocoran. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, mengatakan salah satu skenario yang paling sering terjadi adalah oil pan mengalami penyok akibat benturan, bisa juga bikin panci sobek. Tanggapan Imun “Bila tidak sobek, panci akan penyok. Awalnya tidak tampak kebocoran, tetapi struktur logam yang melemah dan terus menerima getaran mesin lama-kelamaan menimbulkan retakan mikro yang membuat oli mulai merembes,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (30/1/2026). Selain kerusakan fisik langsung, guncangan ekstrem dari jalan berlubang juga dapat menggeser gasket atau melemahkan seal mesin, sehingga oli keluar dari celah sambungan meskipun tidak ada bagian yang benar-benar pecah. “Baut tap oli yang posisinya rendah sangat rentan terkena benturan, dan jika ulirnya rusak atau baut menjadi sedikit miring, kebocoran oli bisa muncul terutama saat mesin panas dan tekanan oli meningkat,” ucap Imun. Risiko Kebocoran Oli Ilustrasi oli menetes di lantai garasi Risiko kebocoran semakin besar apabila mobil tidak dilengkapi atau sudah kehilangan under cover, karena tanpa pelindung ini, bagian bawah mesin langsung menerima hantaman dari permukaan jalan yang rusak. Mobil dengan ground clearance rendah, suspensi keras, atau kondisi membawa beban berlebih memiliki potensi lebih tinggi mengalami benturan langsung ke kolong kendaraan, ketika melewati jalan berlubang. “Kebocoran oli akibat benturan biasanya ditandai dengan bercak oli di area parkir, penurunan level oli yang lebih cepat, bau oli terbakar, serta suhu mesin yang cenderung meningkat,” ucap Imun. Ilustrasi memeriksa oli mesin mobil Kondisi ini sering kali tidak disadari pengemudi karena kebocoran muncul bertahap, sehingga mobil masih terasa normal sampai volume oli berkurang cukup banyak. Pencegahan Kebocoran Untuk mencegah risiko tersebut, pengemudi disarankan mengurangi kecepatan di jalan rusak, menghindari lubang yang tertutup genangan air, memastikan under cover terpasang dengan baik, serta segera memeriksa kolong mobil setelah benturan keras. “Pada kasus tertentu mesin bisa sampai macet, karena kehabisan oli. Solusinya harus turun mesin, rusaknya banyak, maka dari itu setiap kali ada benturan di kolong mobil sebaiknya langsung diperiksa,” ucap Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda, Aha Motor Yogyakarta. Kesimpulannya, jalan berlubang bukan penyebab tunggal oli mobil bocor, tetapi menjadi pemicu kerusakan tersembunyi yang jika diabaikan dapat berkembang menjadi kebocoran serius dan berpotensi merusak mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang