Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day diprediksi bakal memicu kepadatan lalu lintas di pusat Ibu Kota. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 200.000 buruh akan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026). Massa disebut datang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Lampung. Lonjakan ini berpotensi membuat arus lalu lintas tersendat, khususnya di ruas Jalan Merdeka Barat, Merdeka Timur, Merdeka Utara, dan Merdeka Selatan, serta jalan-jalan di sekitarnya. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut. “Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama,” kata Komarudin, dikutip dari , Jumat (1/5/2026). Ratusan ribu buruh mulai berdatangan ke kawasan Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025) dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day 2025). Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional, tergantung kondisi di lapangan. Oleh karena itu, pengendara disarankan untuk menyiapkan rute alternatif agar perjalanan tetap lancar. Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih Berikut beberapa jalur yang bisa dimanfaatkan untuk menghindari kepadatan di sekitar Monas: Arah Thamrin ke Sudirman (hindari Merdeka Barat): Bisa memutar melalui kawasan Sarinah, lalu lanjut ke Jalan MH Thamrin menuju Sudirman. Jalur ini relatif lebih lancar karena menjauh dari titik konsentrasi massa di Monas. Arah Cikini – Menteng – Gambir: Gunakan jalur Tugu Tani, kemudian lanjut ke Jalan Menteng Raya atau Jalan Cut Meutia. Rute ini bisa jadi opsi untuk menghindari Merdeka Timur. Arah Jakarta Barat – Kota – Harmoni: Pengendara dari arah barat bisa melalui kawasan Harmoni, lalu menyebar ke Jalan Gajah Mada atau Hayam Wuruk tanpa harus masuk ke area Monas. Arah Selatan ke Utara (Sudirman ke Kota): Disarankan tetap di koridor Sudirman–Thamrin tanpa berbelok ke arah Monas, atau memanfaatkan jalur dalam kota seperti Tanah Abang untuk menghindari pusat keramaian. Dengan kondisi ini, masyarakat disarankan mengatur waktu perjalanan, memantau kondisi lalu lintas secara berkala, serta mempertimbangkan penggunaan transportasi umum agar terhindar dari kemacetan panjang di pusat Jakarta. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang