Potensi kemacetan di sekitar exit tol Prambanan, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah, jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membuat Korlantas Polri menyiapkan rekayasa jalur sejak jauh hari. Titik ini dikenal sebagai salah satu simpul lalu lintas terbesar menuju Yogyakarta, khususnya dari arah Solo dan jalur Trans Jawa. Untuk menghindari penumpukan, arus kendaraan direncanakan dialihkan ke dua sisi berbeda. “Termasuk juga problem pertemuan antara Prambanan yang akan masuk ke Jogja, ini sudah ada solusi nanti akan dibuang ke sebelah selatan, akan dibuang ke utara sehingga di Bogem itu tidak terjadi penumpukan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025). Tarif Tol Prambanan-Klaten berlaku 6 Agustus 2025 “Jadi Pak Dirlantas sudah menjelaskan dan para Kasat Lantas akan kolaborasi sehingga penumpukan pertemuan arus itu nanti bisa dikelola,” kata dia. Selain jalur Prambanan, rekayasa juga akan disinkronkan dengan pengaturan lintas wilayah agar kendaraan tidak menumpuk pada satu titik konsentrasi. Polisi menilai penguraian arus lebih efektif jika distribusi kendaraan dibagi sejak jauh sebelum memasuki Yogyakarta. Di sisi lain, Kakorlantas juga menyampaikan proyeksi jumlah kendaraan yang akan melaksanakan perjalanan pada musim Nataru mendatang. “Saya menyusuri tol, berarti persoalan-persoalan di jalan tol berkaitan dengan jalur, baik berkaitan dengan rest area, ini tentunya kita mengevaluasi Nataru yang lalu. Operasi Lilin masih jauh, tetapi skenario pengamanan itu sudah direncanakan dengan baik,” ucap Agus. Secara nasional, pergerakan diperkirakan mencapai 2,9 juta kendaraan mengarah ke Sumatera dan Trans Jawa. Sejumlah kendaraan melintasi KM 189 di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Jawa Barat, pada Rabu (26/3/2025/ siang. Adapun arus balik berkisar 2,8 juta unit hingga 4 Januari, dengan selisih yang dianggap wajar karena tidak semua pemudik langsung kembali dalam masa operasi. “Jadi nanti H+ selesai operasi plus dua minggu baru yang kira-kira 1 sampai 2 juta itu baru masuk Jakarta. Ini proyeksinya,” kata Agus. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang