Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kepolisian Resor (Polres) Bogor menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurai potensi kemacetan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Polisi memetakan tiga titik utama yang kerap menjadi sumber kepadatan lalu lintas saat akhir pekan dan musim liburan. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Rizky Guntama mengatakan, kemacetan paling sering terjadi di Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan kawasan Pasar Cisarua. “Titik-titik hambat utama sebenarnya hanya tiga, yaitu Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan Pasar Cisarua,” kata AKP Rizky dalam keterangan resmi, Rabu (18/12/2025). Rizky menjelaskan, kepadatan di Simpang Pasir Muncang dipicu oleh penyempitan lajur kendaraan dari semula 12 meter menjadi sekitar 6 meter bagi kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Ciawi atau dari arah Jakarta menuju Puncak. Kondisi tersebut diperparah oleh aktivitas angkutan kota, perpotongan arus kendaraan, serta parkir di bahu jalan di sekitar minimarket dan restoran. Titik rawan berikutnya berada di Simpang Megamendung. Di lokasi ini, kemacetan kerap terjadi akibat keluar-masuk kendaraan pada jalur sempit, perpotongan arus lalu lintas, serta penyempitan badan jalan dari sekitar 10 meter menjadi 7 meter. Arus lalu lintas di Puncak Bogor-Cianjur, Jawa Barat, normal dua arah usai diberlakukan skema rekayasa one way atau satu arah sejak Sabtu (5/4/2025) pagi. “Banyak pedagang menggunakan bahu jalan dan kendaraan umum berhenti sembarangan, sehingga menambah hambatan lalu lintas,” ujarnya. Sementara itu, kepadatan di kawasan Pasar Cisarua disebabkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat. Selain kondisi jalan yang sempit, kendaraan yang berhenti tidak pada tempatnya dan intensitas penyeberangan pejalan kaki turut memperlambat arus lalu lintas. “Banyak juga masyarakat yang menyeberang jalan sehingga memperlambat arus kendaraan,” katanya. Untuk mengantisipasi kemacetan di tiga titik tersebut, Polres Bogor menyiapkan berbagai langkah penanganan. Upaya yang dilakukan meliputi penempatan personel pengatur lalu lintas, pemasangan traffic cone dan water barrier untuk kanalisasi kendaraan, hingga penerapan rekayasa lalu lintas. “Termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (oneway) juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan,” ujarnya. Polisi juga mengimbau pengendara dari arah Jakarta yang hendak menuju Cianjur atau Bandung agar memanfaatkan jalur alternatif tanpa melintasi Jalur Puncak. Jalur alternatif pertama melalui Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cikalong-Cianjur, sedangkan alternatif kedua melalui Ciawi atau Tol Bocimi-Cicurug-Cibadak-Kota Sukabumi-Cianjur. Sementara itu, kepolisian memprediksi puncak arus kendaraan menuju kawasan wisata Puncak pada libur Natal dan Tahun Baru 2026 akan terjadi dalam dua periode. Pada libur Natal, lonjakan diperkirakan terjadi pada 24–26 Desember 2025, sedangkan pada perayaan Tahun Baru diprediksi berlangsung pada 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang