Kawasan Puncak masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk berlibur, terutama saat libur panjang 1–3 Mei 2026 yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Selain menawarkan udara sejuk, jalur menuju kawasan ini juga dikenal didominasi tanjakan panjang dan berkelok. Kondisi tersebut membuat pengemudi, khususnya pengguna mobil listrik, perlu memahami teknik berkendara yang tepat. Training Director The Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, mengatakan pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara mobil berbahan bakar bensin dengan mobil listrik saat menghadapi tanjakan. Test drive mobil listrik Wuling di GIIAS 2024 Marcell menjelaskan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kondisi jalan. Pengemudi perlu memahami kemampuan kendaraan sekaligus mengukur kemampuannya sendiri ketika menghadapi tanjakan curam. "Yang pasti nilai dulu kemiringan tanjakannya, kondisi jalannya dan pilih lajur yang tepat agar mobil kuat nanjak," ujar Marcell saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan bahwa ada perbedaan karakter antara mobil listrik dan mobil bermesin bensin saat melibas tanjakan. "Pada prinsipnya sama saja, hanya ada perbedaan di mobil listrik memiliki power yang stabil berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel," kata Sony. Sony menjelaskan, pada mobil listrik pengemudi tidak bisa terlalu leluasa memainkan pedal gas seperti pada mobil konvensional. Karena itu, momentum menjadi faktor penting saat mulai menanjak. "Mobil listrik ketika di jalan yang menanjak power mesinnya tidak bisa dimanipulasi dengan memainkan pedal gas. Sehingga tetap butuh momentum di awal dan konstan menahan pedal gas secara maksimal," kata Sony. Ia menambahkan, pengemudi harus mampu merasakan kemampuan kendaraan dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti bobot kendaraan, barang bawaan, serta panjang lintasan tanjakan yang akan dilalui. "Tetapi tetap harus disesuaikan dengan panjangnya tanjakan, derajat kemiringan tanjakan serta bobot muatan," ujar Sony. Dengan menjaga momentum, menyesuaikan beban kendaraan, serta membaca kondisi jalan dengan tepat, pengemudi dapat meminimalkan risiko kehilangan tenaga sehingga perjalanan libur panjang tetap aman dan nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang