Satlantas Polres Bogor menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas menjelang musim mudik Lebaran 1447 Hijriah guna mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Jawa Barat. Salah satu skema yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah (one way) parsial atau buka tutup sepenggal di sejumlah titik rawan kemacetan. Dalam keterangannya, Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto Azhari mengatakan, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut akan dilakukan secara situasional, bergantung pada kondisi di lapangan. Kondisi kemacetan yang terjadi di pintu masuk Puncak atau tepatnya di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/12/2023) pukul 09.30 WIB "Petugas akan memantau kondisi arus kendaraan dari Pos Terpadu Simpang Gadog. Apabila terjadi perlambatan lalu lintas dan antrean kendaraan mencapai sekitar satu hingga satu setengah kilometer, akan diterapkan sistem buka tutup sepenggal untuk mengurai kepadatan," katanya dikutip Minggu (15/3/2026). Berbeda dengan sistem satu arah penuh yang menutup akses sepanjang jalur, skema buka tutup sepenggal hanya diterapkan di titik-titik tertentu yang mengalami kepadatan kendaraan. Berdasarkan pemetaan kepolisian, terdapat enam titik yang menjadi fokus pengawasan karena kerap menjadi lokasi kemacetan. Enam titik tersebut meliputi Pasir Muncang, Simpang Megamendung, Pasar Cisarua, Simpang Lokawiratama, Jatiwangi, serta Gunung Mas. Durasi penerapan one way sepenggal ini relatif singkat, sekitar 30 menit. Rekayasa dilakukan untuk mengurangi antrean kendaraan agar tidak menumpuk terlalu lama. Setelah kondisi lalu lintas kembali lancar dan volume kendaraan menurun, jalur akan kembali dibuka normal dengan sistem dua arah. Meski demikian, kepolisian juga menyiapkan skenario lain jika lonjakan kendaraan meningkat secara signifikan. Jika kondisi arus lalu lintas sudah sangat padat, maka polisi dapat menerapkan sistem satu arah penuh dari Simpang Gadog hingga perbatasan Cianjur. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang