Praktik pungutan liar (pungli) yang kerap menghantui pengendara di kawasan wisata Puncak menjadi perhatian serius kepolisian, terutama saat arus kendaraan meningkat pada musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk menekan praktik tersebut, Satlantas Polres Bogor Kota menyiapkan strategi khusus dengan melibatkan relawan pengatur lalu lintas atau Supeltas. Sebanyak 65 Supeltas akan diterjunkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan di jalur utama maupun alternatif Puncak selama periode libur akhir tahun. Satu unit bus wisata mogok di tanjakan Cipayung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/5/2025). Akibatnya, kemacetan terjadi di jalur Puncak Bogor siang tadi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman pengendara sekaligus meminimalisir celah terjadinya pungli. Kasat Lantas Polresta Bogor AKP Rizky Guntama mengatakan, pelibatan Supeltas merupakan inovasi alternatif yang digagas langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto. “Ini merupakan implementasi alternatif baru yang digagas Kapolres Bogor. Diharapkan kehadiran Supeltas dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara yang melintasi jalur Puncak,” ujar Rizky, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025). Kemacetan parah terjadi di jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di kawasan Ciloto Cipanas, Cianjur, Jumat (4/4/2025) siang. Untuk memastikan profesionalisme di lapangan, seluruh Supeltas telah dibekali pelatihan sebelum bertugas. Pelatihan tersebut mencakup 12 gerakan dasar pengaturan lalu lintas serta penanganan awal jika terjadi kecelakaan. Selain itu, para relawan juga akan menggunakan seragam resmi berupa rompi hijau dan identitas pengenal, sehingga pengendara dapat dengan mudah membedakan Supeltas dari oknum tidak bertanggung jawab yang kerap memanfaatkan kepadatan lalu lintas. “Supeltas ini tidak diperbolehkan menerima uang dari pengendara karena mereka sudah mendapatkan insentif dari Polres Bogor Kota,” ucap Rizky. Sejumlah kendaraan melintas di jalur Puncak Cianjur. Jawa Barat, yang tengah diguyur hujan, Jumat (4/4/2025) siang. Keberadaan Supeltas dinilai menjadi salah satu langkah preventif untuk menutup ruang gerak praktik pungli yang masih sering ditemukan di kawasan wisata tersebut. Menurut Rizky, kepadatan kendaraan kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk meminta imbalan dengan dalih membantu kelancaran lalu lintas. “Kami masih menemukan oknum yang memanfaatkan situasi dengan melakukan pungli. Dengan adanya Supeltas, kami berharap pengendara merasa lebih aman sekaligus teredukasi untuk melapor jika menemukan praktik-praktik tersebut,” kata dia. Satu unit bus wisata mogok di tanjakan Cipayung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/5/2025). Akibatnya, kemacetan terjadi di jalur Puncak Bogor siang tadi. Selain membantu pengaturan arus, Supeltas juga akan berperan sebagai sumber informasi bagi pengendara terkait kondisi lalu lintas terkini, baik di jalur utama maupun jalur alternatif Puncak. “Harapannya, arus lalu lintas di Jalur Puncak dapat berjalan lebih lancar sehingga masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan aman, tenang, dan nyaman,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang