Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menindaklanjuti kasus viral di media sosial terkait juru parkir (jukir) di Tanah Abang yang melakukan pungutan liar (pungli) hingga meresahkan. Tidak hanya melibatkan jajaran Satpol PP, penindakan jukir tersebut juga melibatkan unsur TNI dan Kepolisian. "Satpol PP, polisi dan teman-teman dari TNI sudah turun. Kemudian kita juga ada Satpol PP khusus pariwisata, sudah turun," katanya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (18/2/2026). Rano menilai, kondisi demikian sudah menjadi kebiasaan oknum yang berupaya mencari keuntungan menjelang momentum tertentu. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bersama kepolisian dan TNI telah menindaklanjuti kasus ini dengan mengamankan pelaku dan melakukan pembinaan. Parkir Liar di Jakarta Ia menegaskan, jajarannya tidak bermaksud memberikan toleransi bagi pelanggar aturan, termasuk pelaku juru parkir liar di Tanah Abang. Apalagi yang bersangkutan melakukan pungli dengan nominal cukup besar dan kasusnya meresahkan masyarakat hingga viral di media sosial. Karena itu, Rano mengaku telah meminta jajarannya meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak berulang. Berbagai upaya yang telah dilakukan diharapkan dapat memastikan situasi di kawasan Tanah Abang lebih aman, tertib dan nyaman. jukir itu sudah dibenahi. Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam dua tiga hari akan jauh lebih tertib," ucap dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang