- Ruas Jalan Tol Yogyakarta–Solo segmen Purwomartani–Prambanan direncanakan akan dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Rus tol ini nantinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang melaju dari arah Yogyakarta menuju Klaten, Solo, dan sekitarnya. Manajer Pengendalian Tol Yogya–Solo Paket 1.2, Bachtiar Yusuf, menjelaskan bahwa ruas tol tersebut akan mulai difungsikan sementara pada pertengahan Maret 2026. Menurutnya, jalur fungsional Purwomartani–Prambanan direncanakan dibuka mulai pertengahan hingga akhir Maret untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan selama periode mudik Lebaran. “Untuk jalur tol fungsional, rencananya dibuka dari tanggal 14 Maret sampai 29 Maret sesuai hasil pembahasan dalam rapat,” kata Bachtiar melansir Kompas.com (11/3/2026). Selama masa mudik, ruas tol tersebut hanya akan beroperasi pada siang hari. Pengguna jalan dapat melintas mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Sementara itu, jalur tersebut belum dibuka pada malam hari karena kondisi penerangan jalan yang masih terbatas sehingga faktor keselamatan masih menjadi pertimbangan utama. “Jam operasionalnya mulai pukul 06.00 sampai 18.00. Untuk malam hari sementara belum dibuka karena fasilitas penerangan masih belum optimal,” jelasnya. Bachtiar juga menyampaikan bahwa kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol Purwomartani dan keluar di Prambanan tidak akan dikenakan tarif alias gratis. Namun, bagi pengendara yang melanjutkan perjalanan ke arah Klaten, Polanharjo, maupun Banyudono, tarif tol akan tetap diberlakukan sesuai ketentuan. “Untuk rute fungsional Purwomartani hingga Prambanan tidak dikenakan biaya. Tetapi jika perjalanan diteruskan ke Klaten, Polanharjo, atau Banyudono, tarif tol tetap berlaku normal dan dihitung mulai dari Prambanan sampai gerbang keluar tujuan masing-masing,” ujarnya. Saat ini, progres pembangunan jalur utama atau main road di segmen Purwomartani–Prambanan disebut telah mencapai sekitar 95 persen. Sebagian besar pekerjaan pengecoran jalan sudah selesai, dan tahap yang sedang dilakukan saat ini adalah proses penyempurnaan atau perapian di beberapa titik. Selain itu, rambu-rambu lalu lintas serta pagar pengaman di sepanjang sekitar 10 hingga 11 kilometer ruas tol tersebut juga telah dipasang. Untuk bagian jalur yang masih belum sepenuhnya selesai, pihak pengelola menambahkan pengamanan sementara menggunakan pembatas jalan. “Sekitar satu kilometer ruas masih menggunakan pembatas sementara berupa tolo-tolo bambu karena memanfaatkan lajur sementara. Namun pengamanan tetap kami maksimalkan dengan tambahan tolo-tolo serta water barrier yang dipasang memanjang,” jelas Bachtiar.