Saat periode mudik Lebaran, pemerintah biasanya menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama, terutama di jalan tol Trans-Jawa. Beberapa skema yang kerap digunakan antara lain one way dan contraflow. Kebijakan ini bertujuan untuk memperlancar arus kendaraan yang biasanya meningkat signifikan menjelang hari raya. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengatakan pemudik sebaiknya memahami dan memanfaatkan rekayasa lalu lintas tersebut dengan baik. “Pemudik juga perlu mencatat dan memanfaatkan rekayasa lalu lintas yang biasanya diterapkan saat arus mudik, seperti one way dan contraflow. Kebijakan itu memang dibuat untuk membantu memperlancar arus kendaraan,” kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (8/3/2026). Contraflow Tol Jagorawi, Jumat (30/05/2025) pukul 08.00 WIB Secara sederhana, contraflow adalah pengaturan lalu lintas dengan memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk digunakan oleh kendaraan yang mengalami kepadatan. Biasanya, satu lajur dari arah yang lebih lengang dialihkan sementara untuk menambah kapasitas jalur kendaraan yang padat. Risiko lebih besar Meski membantu memperlancar arus lalu lintas, Jusri mengingatkan bahwa pengendara tetap perlu lebih berhati-hati saat melintas di jalur contraflow. "Namun untuk contraflow, pengendara harus lebih berhati-hati. Saat mudik mereka biasanya akan menggunakan jalur B di tol yang dialihkan untuk contraflow," ujarnya. Atas diskresi kepolisian, Jasa Marga berlakukan contraflow mulai dari KM 44+400 s.d. KM 46+400 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/5/2025). Menurut Jusri, risiko kecelakaan di jalur tersebut relatif lebih besar dibandingkan jalur normal. "Di jalur tersebut, risiko tabrakan berhadapan atau yang sering disebut tabrakan adu kambing cukup besar, selain risiko tertabrak dari belakang," kata Jusri. Ia menjelaskan, kondisi ini terjadi karena kendaraan yang menggunakan jalur contraflow berada sangat dekat dengan arus kendaraan dari arah berlawanan. "Kenapa bisa terjadi? Karena pada jalan tol tiga lajur, jika satu lajur dipakai untuk contraflow di jalur B, maka dua lajur lainnya masih digunakan oleh kendaraan dari arah berlawanan sesuai arus normal," ujarnya. Petugas membuka dua lajur usai diberlakukan skema lawan arus atau contraflow di ruas Tol Jagorawi, arah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/5/2025). Dengan kondisi tersebut, pengendara harus lebih fokus karena posisi kendaraan hanya dipisahkan pembatas sementara dengan arus lalu lintas dari arah berlawanan. "Artinya, kendaraan yang melintas saat contraflow berada sangat dekat dengan arus kendaraan dari arah sebaliknya. Kita juga tidak pernah tahu kondisi pengemudi di arah berlawanan, apakah sedang fokus, sehat, atau justru dalam kondisi lelah," kata Jusri. Karena itu, pengemudi disarankan menjaga kecepatan, fokus pada kondisi jalan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. "Karena itu, saat melintas di jalur contraflow, pengemudi harus ekstra waspada,” ujar Jusri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang