Bukan hanya mobil listrik, tapi mobil hybrid pun dikenal sebagai mobil yang ramah lingkungan. Meski demikian, pemberian hak istimewa bebas ganjil genap baru sebatas pada mobil listrik saja. Secara teknis, mobil hybrid memang masih menggunakan bahan bakar minyak. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat berkunjung ke IIMS 2026 Namun, sistem elektrifikasi yang diusung mampu membuat konsumsi BBM lebih efisien dan emisi lebih rendah dibandingkan mobil bensin konvensional. Selain faktor lingkungan, mobil hybrid juga banyak diminati karena menawarkan kemudahan penggunaan. Pengguna tidak perlu memikirkan ketersediaan stasiun pengisian daya atau keterbatasan jarak tempuh, sehingga cocok untuk mobilitas harian di perkotaan. Toyota Veloz Hybrid IIMS 2026 Sehingga, banyak yang merasa bahwa mobil hybrid juga pantas merasakan bebas ganjil genap. Meskipun, di satu sisi, berpotensi untuk tetap berkontribusi menambah kemacetan. Tanggapan pemerintah DKI Jakarta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan tanggapannya dengan satu kalimat, saat kunjungan ke Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, di JIExpo Kemayoran, Selasa (10/2/2026). "Ya, nanti diatur lah ya," kata Rano Karno, kepada wartawan. Populasi mobil hybrid terus meningkat, seiring dengan bertambahnya model-model yang dipasarkan. Hampir setiap pabrikan saat ini memiliki jajaran mobil hybrid, mulai jenis sedan, SUV, hingga MPV. Untuk diketahui, teknologi mobil hybrid terbagi lagi menjadi beberapa jenis, ada mild hybrid, full hybrid, dan plug-in hybrid. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang