Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah berulang kali terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat. Truk yang mengalami rem blong hingga karakter jalan menurun menuju persimpangan lampu lalu lintas dinilai menjadi salah satu faktor risiko, terutama bagi truk dan bus. Dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya tiga kecelakaan besar tercatat terjadi di lokasi tersebut. 23 September 2023 Kecelakaan akibat rem blong terjadi saat sebuah truk bernomor polisi AD 8911 IA melaju dari arah Bawen menuju Salatiga. Setelah keluar dari Tol Bawen, rem truk diduga mengalami kendala. Ketika pedal rem diinjak, laju kendaraan tidak melambat sehingga truk terus melaju dan menabrak sejumlah pengendara yang tengah berhenti di lampu merah pertigaan. Peristiwa tersebut melibatkan sembilan sepeda motor dan tujuh mobil. Tercatat empat orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan 26 orang mengalami luka ringan. Seluruh korban saat itu telah mendapatkan penanganan dari petugas. Mobil Calya AA 1368 C menjadi korban tabrakan beruntun di simpang Exit Tol Bawen, Jumat (5/7/2024). 6 Juli 2024 Kecelakaan kembali terjadi setahun berselang. Kali ini melibatkan trailer bernomor polisi H 8121 JQ yang diduga mengalami gangguan pengereman. Sopir tidak mampu menghentikan laju kendaraan hingga akhirnya menabrak sejumlah kendaraan di depannya, termasuk satu unit Toyota Calya yang mengalami kerusakan parah di bagian belakang. Beruntung, pengemudi Calya tidak mengalami luka luar meski kendaraan yang dikemudikannya rusak berat. Ia selamat karena menggunakan sabuk pengaman saat kejadian. 3 Maret 2026 Insiden terbaru terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan dan mengakibatkan delapan orang mengalami luka-luka. Peristiwa bermula saat sebuah truk melaju dari arah Semarang menuju Salatiga. Saat memasuki jalur menurun menuju Exit Tol Bawen, kendaraan diduga kehilangan kendali akibat sistem pengereman yang tidak berfungsi. Petugas mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan di Exit Tol Bawen, Selasa (3/3/2026) Karakter Jalan Menurun Rawan Risiko Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan sebelumnya pernah menjelaskan bahwa kemiringan medan jalan sangat memengaruhi kemampuan pengereman kendaraan berat seperti truk dan bus. “Lebih dari 90 persen kecelakaan rem blong bus dan truk terjadi di jalan menurun, hal ini dipengaruhi oleh geometric jalan,” ujar Wildan, belum lama ini. Menurut dia, kondisi jalan yang halus dan lebar justru bisa menjadi “buah simalakama”. Semakin baik kondisi jalan, pengemudi cenderung lebih leluasa memacu kendaraan sehingga prosedur berkendara yang benar saat turunan kerap diabaikan. Padahal, risiko rem blong di jalan menurun sulit diprediksi, terutama jika pengemudi terlalu mengandalkan pedal rem tanpa memanfaatkan engine brake. Wildan mengimbau agar pengemudi kendaraan besar menggunakan gigi rendah sebelum memasuki jalur turunan. Dengan prosedur yang tepat, laju kendaraan dapat lebih terkendali dan potensi kecelakaan bisa ditekan. Rentetan kejadian di Exit Tol Bawen menjadi pengingat bahwa kombinasi karakter jalan dan faktor manusia masih menjadi tantangan serius dalam keselamatan transportasi darat, khususnya bagi kendaraan berat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang