Isu harga bahan bakar minyak (BBM) naik per April 2026 mulai beredar di tengah masyarakat dan memicu perhatian pengguna kendaraan. Meski demikian, pantauan di sejumlah SPBU sepanjang jalur Wonogiri menuju Solo menunjukkan aktivitas pengisian bahan bakar masih berjalan normal. Antrean kendaraan terlihat muncul pada waktu-waktu tertentu, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari. Di luar jam tersebut, kondisi SPBU relatif lengang tanpa lonjakan signifikan. Dari pantauan Kompas.com, Selasa (31/3/2026), SPBU dari arah Wonogiri menuju Solo yang terpantau meliputi SPBU Pokoh Wonogiri, SPBU Pertamina Brumbung Wonogiri, SPBU Pertamina Selogiri Wonogiri, SPBU Jombor Sukoharjo, SPBU Begajah Sukoharjo, SPBU Kepuh Sukoharjo, SPBU Telukan Sukoharjo, SPBU COCO Pertamina Solo Baru, SPBU Pertamina Veteran Surakarta, hingga SPBU Bhayangkara Laweyan Surakarta. Pantauan kondisi SPBU Pertamina Brumbung Wonogiri, Selasa (31/3/2026). Hasil pantauan di lapangan, antrean kendaraan umumnya terjadi pada jam berangkat dan pulang aktivitas, seperti sekolah maupun kerja. Dita, salah satu pengendara yang ditemui saat mengantre di SPBU wilayah Wonogiri, mengatakan bahwa kepadatan biasanya tidak berlangsung sepanjang hari. “Biasanya antrean di jam tertentu kayak jam berangkat dan pulang sekolah atau kantor gitu, kalau siang nggak terlalu ramai karena kadang panas,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026). Ia juga mengaku tetap memilih menggunakan Pertalite karena dinilai lebih terjangkau. Menurutnya, isu kenaikan harga Pertamax tidak terlalu berdampak pada kebiasaannya dalam mengisi bahan bakar. “Kalau saya tetap pakai Pertalite karena lebih murah. Jadi kalau ada kenaikan Pertamax juga nggak terlalu berpengaruh,” tambahnya. Hal serupa disampaikan Joko, pengendara lainnya. Ia mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan isu kenaikan harga Pertamax hingga Rp 5.000 per liter karena tidak menggunakan jenis BBM tersebut. “Tidak terlalu terpengaruh, karena saya pakainya Pertalite untuk kendaraan sehari-hari,” kata Joko. Meski isu kenaikan harga BBM beredar, kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang