Saat menjalankan tradisi mudik Lebaran biasanya tidak sedikit yang ingin membawa sepeda motornya. Namun, perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan roda dua atau motor sangat tidak disarankan. Maka dari mengirim sepeda motor ke kampung halaman menggunakan kereta menjelang mudik Lebaran kerap jadi pilihan. Biasanya, ada beberapa prosedur yang harus dipatuhi untuk proses pengiriman motor, misalnya mencopot kaca spion dan tangki BBM motor harus kosong. Adjeng Putri Adhatu Manager of Public Relations KAI Logistik, mengatakan, kewajiban pemilik motor untuk mencopot kaca spion sebelum dikirim menggunakan kereta berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. IIustrasi kirim Kalog Express "Motor diwajibkan melepas kaca spion dan mengosongkan tangki BBM sebelum pengiriman demi alasan keamanan dan keselamatan selama proses angkut," kata Adjeng kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026). Lebih perinci, Adjeng menjabarkan, Pertama, melepas kaca spion dilakukan untuk meminimalisasi risiko kerusakan. Kaca spion merupakan bagian yang menonjol dan cukup rentan patah atau retak saat proses penataan di area loading maupun di dalam moda angkut. "Dengan dilepas, risiko benturan dapat dihindari sehingga kondisi motor tetap terjaga saat diterima di tujuan," katanya. Kedua, mengosongkan tangki BBM merupakan prosedur standar keselamatan. Bahan bakar termasuk material yang mudah terbakar, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kebakaran apabila terjadi gesekan, tekanan, atau percikan selama proses pengiriman. Tangki yang kosong akan sangat mengurangi potensi bahaya dan membuat proses pengiriman lebih aman bagi seluruh muatan. langkah ini merupakan bagian dari standar operasional pengiriman untuk memastikan keamanan kendaraan, petugas, serta seluruh proses distribusi berjalan dengan lancar dan sesuai ketentuan," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang