Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) merilis data ekspor sepeda motor buatan Indonesia per Februari 2026. Hasilnya lebih baik dibandingkan kinerja tahun lalu.Januari 2026, tercatat sebanyak 52.924 unit motor rakitan anak bangsa dikirim ke berbagai negara. Tren kenaikan ini terus berlanjut ke bulan Februari dengan torehan 57.688 unit. Jika diakumulasikan, total ekspor CBU (Completely Build Up) selama dua bulan pertama tahun 2026 mencapai 110.612 unit. Secara matematis, terdapat pertumbuhan sebesar 30,47% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year). Menilik ke belakang pada awal tahun 2025, angka ekspor tercatat berada di level 40.878 unit pada bulan Januari, lalu naik tipis menjadi 43.899 unit di bulan Februari. Secara total, dua bulan pertama tahun lalu mengumpulkan angka 84.777 unitSelain ekspor utuh, Indonesia juga mengirim keluar sepeda motor dengan sistem CKD (Compeletely Knocked Down). Hasilnya 673.703 terdistribusi pada Januari dan 636.576 dikirim pada Februari.Pasar domestik juga menunjukkan tren positif pada dua bulan pertama tahun ini. Tercatat, total penjualan motor pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 1.165.117 unit. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.141.578 unit. Artinya, secara year-to-year (YoY), pasar motor kita tumbuh sekitar 2,06%.Jika dirinci lebih lanjut, Januari 2026 menjadi kontributor utama pertumbuhan. Pada bulan pembuka tahun tersebut, sebanyak 577.763 unit motor terkirim ke dealer, naik signifikan 3,12% dibandingkan Januari 2025 (560.301 unit).Memasuki bulan Februari 2026, grafiknya memang masih menanjak namun cenderung melandai. Penjualan tercatat di angka 587.354 unit. Meski secara volume lebih besar dari Januari, namun jika dibandingkan dengan Februari 2025 (581.277 unit), kenaikannya hanya terpaut tipis di angka 1,05%.Ekspor CBU 2026 berdasarkan data AISI:Januari: 52.924 unitFebruari: 57.688 unitTotal: 110.612 unit