VIVA Otomotif: Ekspor mobil Toyota Yaris Cross buatan Indonesia Kinerja ekspor mobil buatan Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang cukup positif dengan pertumbuhan volume yang signifikan pada beberapa kategori utama. Berdasarkan data tahunan (Januari hingga Desember) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia yang dilihat VIVA Otomotif Rabu 14 Januari 2026, total ekspor kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) berhasil mencapai angka 518.212 unit.Pencapaian ini mencerminkan kenaikan sebesar 9,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 472.194 unit. Sektor ini tetap didominasi oleh raksasa manufaktur asal Jepang yang telah lama mengakar di pasar domestik maupun mancanegara. Menurut data Gaikindo, Toyota mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan kontribusi sebesar 33,9% dari total ekspor CBU sepanjang tahun 2025. Meskipun pangsa pasarnya sedikit terkoreksi dari tahun lalu, volume pengirimannya tetap naik secara absolut mencapai 175.446 unit.Di posisi kedua, Daihatsu menunjukkan performa yang mengesankan dengan pertumbuhan volume ekspor sebesar 13,2% secara tahunan. Mereka berhasil mengirimkan 124.848 unit kendaraan ke luar negeri, sekaligus meningkatkan pangsa pasar ekspor mereka menjadi 24,1%. Kejutan besar justru datang dari sektor Completely Knocked Down (CKD) yang mencatatkan pertumbuhan total sebesar 36,6%. Hyundai – HMMI tampil fenomenal di kategori ini dengan lonjakan pengiriman mencapai 517,3% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan drastis pada pengiriman komponen rakitan ini menandakan ekspansi basis produksi yang semakin kuat di Indonesia. Hyundai kini memegang kendali mayoritas pangsa pasar ekspor CKD dengan angka yang sangat dominan yakni 76,1%. Namun, tantangan terlihat pada sektor ekspor komponen (Components) yang justru mengalami penurunan tipis sebesar 7,3% sepanjang tahun 2025. Penurunan volume ini dipicu oleh melambatnya permintaan komponen dari beberapa brand besar seperti Toyota yang terkoreksi 8,4%.