Test drive BYD Atto 1 Pasar mobil listrik Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan perubahan arah yang cukup jelas. Minat konsumen semakin condong ke model SUV dan MPV yang dinilai lebih fungsional untuk kebutuhan harian. Mobil listrik kini tidak lagi dipandang sebagai kendaraan khusus atau sekadar tren. Sepanjang tahun lalu, dilihat VIVA Otomotif di data Gaikindo, Kamis 15 Januari 2026, penjualannya justru mencerminkan kebutuhan praktis, mulai dari kapasitas penumpang hingga fleksibilitas penggunaan.Di tengah perubahan tersebut, BYD tampil mencolok sebagai penguasa pasar kendaraan listrik nasional. Merek asal China ini berhasil menempatkan beberapa modelnya di jajaran teratas penjualan tahunan. Model terlaris sepanjang 2025 ditempati BYD Atto 1 dengan penjualan mencapai 22.582 unit. Harga yang berada di kisaran Rp199 juta hingga Rp235 juta membuatnya mudah dijangkau oleh konsumen yang baru beralih ke mobil listrik.Posisi kedua diisi BYD M6 yang mencatatkan penjualan 10.862 unit selama 2025. Kehadiran MPV listrik ini menandakan bahwa kendaraan ramah lingkungan mulai diterima sebagai mobil keluarga. Dominasi BYD berlanjut lewat Sealion 07 di peringkat ketiga dengan penjualan 8.402 unit. Model ini menyasar konsumen yang menginginkan SUV listrik berukuran besar dengan fitur yang lebih lengkap. Di posisi keempat, Denza D9 menjadi kejutan tersendiri di segmen kendaraan listrik premium. Meski dibanderol mendekati Rp950 juta, MPV mewah ini tetap terjual sebanyak 7.474 unit. VinFast juga mulai menunjukkan kiprahnya di pasar Indonesia lewat VF e34. Model ini menempati peringkat kelima dengan penjualan 5.974 unit dan menawarkan pilihan skema baterai yang fleksibel.Peringkat keenam ditempati Chery J6 dengan total penjualan 5.810 unit. SUV listrik ini menyasar konsumen yang menginginkan tampilan gagah dengan karakter petualang.Sementara itu, Wuling yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin pasar harus turun peringkat pada 2025. BinguoEV dan Air EV tetap masuk sepuluh besar, namun kini bersaing ketat dengan pendatang baru.Daftar sepuluh besar ditutup oleh VinFast VF5 dan GAC Aion V dengan penjualan di atas 3.000 unit. Secara keseluruhan, pasar kendaraan listrik Indonesia kini bergerak ke arah mobil yang menawarkan keseimbangan harga, fungsi, dan kenyamanan.