PT Honda Prospect Motor (HPM) terkejut melihat antusiasme konsumen Indonesia membeli Honda Prelude. Sebab, pemesanan mobil yang harganya nyaris Rp 1 miliar itu jauh melampaui kuota.Yusak Billy selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM mengatakan, pihaknya semula hanya dijatah 40 unit Honda Prelude dalam setahun. Namun, karena permintaan membludak, prinsipal menambah stok menjadi 100 unit setahun. Meski demikian, kuota itu habis dalam tiga hari. "Iya, iya (mengejutkan). Karena itu dalam sehari 40 unit habis. Terus setelahnya dapat tambahan 60 unit, karena pesanan ketika itu sudah 100 unit lebih," ujar Yusak Billy saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.Honda Prelude Foto: Dok. HondaBukan hanya HPM, Billy mengklaim, Honda global juga terkejut dengan penerimaan konsumen di Indonesia. Sebab, bagaimanapun juga, Prelude masuk kategori mobil premium."Oh, iya iya (prinsipal kaget dengar penjualan Prelude di Indonesia)," ungkapnya.Billy menjelaskan, konsumen Honda Prelude di Indonesia bukan didominasi kalangan loyalis. Pembelinya justru mereka yang menyukai otomotif secara umum dan sudah 'merdeka' secara finansial."Loyalis Honda 40 persen aja sebetulnya, semua antusias mobil itu suka banget sama Prelude. Jadi istilahnya, kalau kamu beli mobil ini kamu nggak perlu pembuktian apa pun," tuturnya.Pemesan Honda Prelude, kata Billy, terus bertambah dari hari ke hari. Sementara ketersediaan stoknya benar-benar terbatas. Bahkan, dia mengingatkan, konsumen yang memesan sekarang baru akan menerima unitnya 2028!"Sekarang SPK Prelude sudah 237 unit. Berarti kalau konsumen mau pesan sekarang, harus nunggu sampai 2028, karena tiap tahun hanya dapat 100 unit," ungkapnya."Tapi kami terus berkoordinasi dengan prinsipal supaya alokasi bisa dimajukan. Jadi konsumen bisa dapat lebih cepat," kata dia menambahkan.Sebagai catatan, Honda Prelude meluncur di Indonesia akhir bulan lalu. Kendaraan premium itu dibanderol berkisar Rp 925-975 jutaan dengan status on the road Jakarta.Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang kebagian jatah Honda Prelude. Sedan kencang tersebut masih berstatus impor utuh atau CBU (completely built up) dari pabrik Jepang.Pengiriman perdana Honda Prelude dijadwalkan baru dimulai Mei mendatang. Distribusinya akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan stok di Indonesia.