Honda tetap membuka peluang memperluas lini motor listrik di Indonesia seiring pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi. Namun dalam waktu dekat, PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan fokus utama masih pada penguatan dan pengembangan model yang sudah dipasarkan. Direktur Marketing AHM Octavianus Dwi Putro tak menjawab gamblang, namun tersirat bahwa strategi perusahaan saat ini belum mengarah pada peluncuran model listrik terbaru. "Kami akan mengembangkan yang sudah ada dulu. Pembaruan biasa lah tapi masih kami kembangkan yang sudah ada sebelumnya saja," kata Octa yang ditemui belum lama ini, di Jakarta. Honda UC3 Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dalam waktu dekat belum ada tambahan model anyar. Saat ini Honda memiliki tiga motor listrik di Tanah Air, yakni CUV e sebagai model tertinggi, EM1 e di segmen menengah, serta Icon e yang menjadi pilihan paling terjangkau. Seperti diketahui, Januari lalu Honda meluncurkan motor listrik baru bernama UC3 di Thailand. Model tersebut debut global dan diposisikan di atas CUV e dari sisi ukuran maupun segmentasi. Honda UC3 dibekali tenaga 6,0 kW dan torsi 22 Nm, dengan kecepatan maksimum 80 km/jam. Di Thailand, model tersebut dipasarkan dengan harga 132.600 baht atau sekitar Rp 71 jutaan. Honda CUV e di IIMS 2026 Meski peluang menghadirkan model di segmen atas belum menjadi prioritas, arah pengembangan justru lebih terbuka untuk segmen entry level. Artinya, bukan tidak mungkin Honda mempertimbangkan model yang lebih terjangkau dari Icon e. Saat ini Icon e diposisikan sebagai motor listrik Honda dengan harga paling ramah, menyasar konsumen perkotaan yang membutuhkan kendaraan harian praktis dan efisien. "Ya itu kita pertimbangkan tapi kan untuk kesana kami pertimbangkan," ujar Octa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang