Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud disebut tak masalah dengan pengembalian mobil dinas Rp 8,5 miliar. Rudy bakal menggunakan kendaraan pribadi, khususnya saat melintasi medan berat.Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk mengembalikan mobil senilai Rp 8,5 miliar yang sebelumnya bakal diperuntukkan jadi mobil dinas Gubernur Rudy Mas'ud. Pengadaan mobil mewah itu memang jadi sorotan tajam di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Mobil sejatinya sudah diserah terima pada 20 November 2025 di Jakarta. Namun, banyaknya sorotan dari berbagai pihak membuat Rudy memutuskan untuk mengembalikan SUV Inggris senilai Rp 8,5 miliar tersebut.Dengan adanya pengembalian, kendaraan operasional Gubernur Kaltim itu akan menggunakan mobil yang sudah ada. Rudy juga akan menggunakan mobil pribadi, khususnya kalau melintasi medan berat."Pak Gubernur sudah mengatakan tidak masalah, akan menggunakan kembali mobil yang ada. Hanya ketika memang ke medan yang berat, beliau berkenan tetap menggunakan mobil pribadi karena memang beliau ini suka menyetir sendiri," ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kaltim Muhammad Faisal dikutip detikKalimantan.Tak diketahui mobil pribadi yang dimaksud Faisal. Namun di akun Instagram Rudy, dia kerap terlihat menggunakan tiga SUV mewah yang tersemat pelat nomor 'KT 1'. Modelnya yaitu Toyota Land Cruiser VX-200, Land Rover Defender Octa, dan juga Lexus LX570. Tak diketahui soal kepemilikan ketiga mobil tersebut. Kalau ditelusuri dalam laman Simpator Kaltim, untuk mengecek kepemilikan kendaraan, pelat 'KT 1' itu terdaftar atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun untuk jenisnya berupa Toyota Camry 2.5 V A/T lansiran tahun 2014.Pun kalau mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), tak ada ketiga mobil tersebut. Adapun di LHKPN hanya ada Honda CR-V tahun 2010, Honda Freed tahun 2009, dan Suzuki X-Over tahun 2007. Total nilai ketiga kendaraan itu sebesar Rp 250 juta.Rudy sebelumnya memang pernah menyebut dirinya masih berdinas menggunakan mobil pribadi. Kendati demikian, dia juga tak menjelaskan soal modelnya."Berkaitan dengan mobil, sampai hari ini Pemprov Kaltim belum menyediakan kami mobil untuk di Kalimantan Timur, jadi tidak ada mobilnya. Mobil yang ada hari ini adalah mobil pribadi kami pergunakan," tutur Rudy saat polemik mobil dinas Rp 8,5 miliar mencuat.