Pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar untuk Gubernur Kaltim disebut sudah sesuai aturan. Berikut ini aturan soal spesifikasi mobil Gubernur di RI.Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyebut pengadaan mobil dinas Rp 8,5 miliar sudah sesuai dengan spesifikasi dalam aturan pemerintah. Untuk diketahui, spesifikasi soal mobil dinas Gubernur RI itu diatur dalam Permendagri nomor 7 tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa ada dua spesifikasi untuk kendaraan Gubernur RI yakni berupa satu unit sedan dan satu unit mobil jip alias SUV.Untuk model sedan, spesifikasi kapasitas mesinnya maksimal 3.000 cc sedangkan SUV kapasitas mesinnya maksimal 4.200 cc. Gubernur Kaltim disebut akan menggunakan kendaraan dinas jenis SUV Hybrid bermesin 3.000 cc. Modelnya belum diketahui dengan pasti.Dengan spesifikasi dan harga yang disebutkan, diduga mobil yang dipilih adalah Range Rover 3.0 Autobiography LWB. Berdasarkan daftar harga di situs resmi Land Rover Indonesia, Range Rover 3.0 Autobiography LWB dengan spesifikasi standard dijual dengan harga Rp 7,43 miliar di Jakarta. Mobil itu mengadopsi mesin 2.996 cc PHEV."Mobil yang diadakan itu hanya 3.000 cc. Soal harga ada rupa, ada mutu, ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya mengikuti pesan itu saja, sesuai Permendagri," ujar Rudi dikutip detikKalimantan.Dia menambahkan keberadaan mobil senilai Rp 8,5 miliar itu juga sekaligus untuk menjaga marwah Kalimantan Timur. Sebab, Kaltim merupakan tempat Ibu Kota Nusantara. Kendati demikian, Rudy mengaku saat ini masih menggunakan mobil pribadi untuk berdinas.Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni mengatakan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar itu telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja kepala daerah dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kendaraan operasional tersebut bukan sekadar fasilitas mewah, melainkan sarana vital untuk menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis ekstrem di Kaltim."Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," ujar Sri Wahyuni dikutip Antara.