Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud akhirnya mengembalikan mobil dinas Rp 8,5 miliar. Keputusan ini diambil Rudy setelah mendapat masukan dari berbagai pihak.Pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar untuk Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bikin heboh. Banyak warga mempertanyakan urgensi dari pengadaan tersebut yang seharusnya justru bisa digunakan memperbaiki jalan. Terlebih, pemerintah juga tengah melakukan efisiensi anggaran. Bukannya melakukan penghematan, pengadaan mobil dinas Rp 8,5 miliar ini justru seolah menghambur-hamburkan uang.Video TikTok: https://www.tiktok.com/@detikoto/video/761108... KPK juga ikut memantau terkait pengadaan tersebut. Wamendagri Bima Arya juga meminta Rudy mengkaji ulang anggaran mobil dinas tersebut. Pada akhirnya, Rudy memutuskan untuk mengembalikan mobil dinas dengan nilai Rp 8,49 miliar tersebut.Diberitakan Antara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur Muhammad Faisal menyebut keputusan itu diambil Rudy setelah melakukan konsultasi dengan berbagai lembaga pengawas negara."Bapak Gubernur mencermati masukan dari Kemendagri, KPK, dan BPK. Beliau juga mendengar langsung kegelisahan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sebagai pemimpin yang memegang teguh amanah, beliau memilih untuk mengutamakan harmoni dan kepercayaan publik di atas fasilitas jabatan," ucap Faisal.Belakangan diketahui, mobil dinas yang batal digunakan Rudy itu berjenis Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e. Mobil itu baru diserahterima pada 20 November 2025. Kendati demikian, mobil itu posisinya masih di Jakarta dan belum menyentuh aspal Kalimantan Timur."Unitnya masih berada di Kantor Badan Penghubung Kaltim di Jakarta. Jadi, mumpung belum pernah digunakan untuk operasional, Bapak Gubernur memerintahkan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk segera memproses pengembaliannya," tambahnya.Pembatalan sudah berjalan sejak Jumat, (27/2/2026). Pihak penyedia yakni CV Afisera Samarinda juga dilaporkan kooperatif dan memahami situasi yang berkembang saat ini.Adapun sebelumnya Rudy menyebut bahwa mobil tersebut memang dibutuhkan untuk dirinya wara-wiri berdinas di Kalimantan Timur. Terlebih Kalimantan Timur menjadi tempat Ibu Kota Nusantara yang menjadi wajah Indonesia, dengan demikian kepala daerah tak seharusnya menggunakan mobil ala kadarnya."Kalimantan Timur adalah ibu Kota Nusantara, miniatur Indonesia. Tamu bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tapi juga global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobil kadarnya. Kita jaga marwahnya Kaltim," ucap Rudy.